Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Tragedi Perahu Terbalik di Sidoarjo, Dua Nelayan Perempuan Pasuruan Tewas, Keluarga Syok

0
Perahu-Tenggelar-di-Sidoarjo-5-3049618785

BUGUL KIDUL, Suarabangilmedia.com – Kabar duka menyelimuti warga Pasuruan setelah insiden perahu pencari tiram terbalik di perairan Sidoarjo pada Minggu (28/9). Dua perempuan nelayan, Suya dan Khamima, dinyatakan meninggal dunia.

Informasi kecelakaan baru sampai ke keluarga pada Senin (29/9) pagi. Begitu mendengar kabar, keluarga korban langsung terpukul. Mereka bergegas mencari informasi di Pelabuhan Pasuruan, tempat para nelayan biasanya berangkat melaut.

Bagi Sulasmi (36), istri Saparih, salah satu korban selamat, kabar itu sempat membuatnya panik. Ia khawatir suaminya menjadi korban.
“Begitu dengar perahu terbalik, saya langsung sedih. Apalagi katanya perahu Eki, yang biasa dipakai suami saya,” ucapnya.

Namun, sekitar pukul 06.00 pagi, Saparih menelpon istrinya setelah berhasil selamat dan tiba di pelabuhan. Meski begitu, ia memilih kembali ke lokasi untuk membantu mencari korban yang belum ditemukan.

Sementara itu, keluarga Idris (41) harus menerima kenyataan pahit. Dua budhenya, Suya dan Khamima, tak terselamatkan.
“Saya tidak tega melihat budhe saya meninggal. Sampai sekarang masih terbayang saat mereka tenggelam,” ungkap Idris dengan mata berkaca-kaca.

Istri Idris, Ulfa, yang ikut berada di lokasi kejadian, sempat menolong korban namun juga mengalami trauma berat. Ia dilarikan ke RSUD dr. Soedarsono karena kemasukan air dan syok.
“Daripada makin sedih melihat budhenya, saya setuju istri dirawat sementara,” ujar Idris.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kedua korban dimakamkan di dekat rumah keluarga. Tangis haru mengiringi prosesi pemakaman.
“Mau bagaimana lagi, ini kecelakaan alam. Kami ikhlas,” ucap Idris pasrah.

Tragedi ini menegaskan kembali betapa berat dan berisikonya pekerjaan nelayan pencari tiram. Di balik hasil tangkapan untuk keluarga, selalu ada bahaya yang mengintai di laut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami