Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya Sampaikan Aspirasi Petani ke Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan

0
IMG-20251001-WA0044

Pasuruan, Suarabangilmedia.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Pasuruan Raya melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (1/10/2025). Pertemuan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan LPPNU Cabang Bangil dan Pasuruan bagian perekonomian, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan.

Ketua DPD TMI Pasuruan Raya, H. Winaryo Sujoko, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait permasalahan yang dihadapi petani di Kabupaten Pasuruan, terutama di sentra produksi kentang, apel, padi, jagung, hingga tembakau.

🔹 Aspirasi yang Disampaikan

  1. Pupuk Subsidi Petani kentang di Tosari dan petani apel di Tutur belum terpenuhi kebutuhan pupuk bersubsidinya.
    Untuk petani padi dan jagung, kebutuhan pupuk dianggap cukup, namun kuota tidak boleh melebihi batas agar tidak dicabut.
  2. Santri Entrepreneurship Program kewirausahaan santri dinilai belum maksimal dan perlu diperkuat.
  3. SDM Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jumlah PPL di Kabupaten Pasuruan baru 72 orang, belum sesuai kebutuhan.
    Usulan agar PPL swadaya ditambah jumlah dan anggaran, dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu per kegiatan, dengan frekuensi 24 kali kegiatan.
  4. Dana Cukai Diharapkan bisa lebih banyak dialokasikan langsung kepada petani.
  5. Benih Unggul Lokal Usulan pengembangan benih unggul lokal dengan nama RSP (Rusdi Shobih Pasuruan).
    LPPNU juga mengusulkan program “Merdeka Benih Jagung” dengan dukungan laboratorium (anggaran sekitar Rp7 juta per lab).
    Termasuk pengajuan izin edar benih serta pengembangan jenis padi mentik susu.
  6. Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Petani membutuhkan bantuan alsintan, terutama alat perontok panen skala kecil.
  7. Komoditas Tembakau Petani di Pasrepan mengusulkan pelatihan dan penguatan usaha tembakau, meliputi:
    1. Budaya tanam tembakau
    2. Akses pasar (market)
    3. Pupuk khusus
    4. Pola masa tanam (akhir penghujan & akhir musim kemarau)
    5. Pengembangan jenis tembakau virginia dan tembakau rajangan kasturi
  8. Arah Kebijakan Pertanian DPRD mendorong program go organik untuk kentang dengan pemanfaatan pupuk organik.
    Usulan perubahan P4S: huruf S dari “Swadaya” diganti menjadi “Swasta” untuk memperluas peran dunia usaha.

🔹 Catatan Perekonomian

Dalam forum ini juga dibahas kondisi perekonomian daerah:

Dana BPJHT untuk perekonomian: 50%
Kesejahteraan rakyat: 4%
Surplus di sektor industri, namun petani tembakau masih mengalami minus.

Audiensi ini menegaskan komitmen DPD TMI Pasuruan Raya dalam memperjuangkan nasib petani agar mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Harapannya, aspirasi yang disampaikan Ketua H. Winaryo Sujoko dan para stakeholder bisa ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami