Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Mengakhiri Hidup di Lahan Sendiri, Petani Sumberejo Tutup Usia Saat Mencangkul

f-petugas-dari-Polsek-Pandaan-datang-dan-cek-TKP-lokasi-tempat-Chudori-meninggal-di-sawahfrom-Polsek-Pandaan-4142284965

Pandaan, Suara Bangil Media — Aktivitas rutin di sawah menjadi akhir perjalanan hidup Chudori, 63 tahun, warga Dusun Wangi, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sabtu pagi (8/11/2025), sekitar pukul 10.30, ia ditemukan tak sadarkan diri saat mencangkul di lahan pertanian milik Muhadi yang berada tak jauh dari rumahnya.

Seperti biasa, Chudori turun ke sawah bersama dua rekannya, Muslimin (57) dan Ahmad Aji (57). Ketiganya bekerja di tengah terik matahari tanpa tanda-tanda kelelahan yang berarti. Namun tak berselang lama, Chudori terlihat duduk di pematang sawah dan tiba-tiba ambruk.

Melihat kejadian itu, kedua rekannya segera menghampiri dan memberikan pertolongan. Namun kondisi Chudori terus melemah hingga akhirnya dibawa pulang. Setibanya di rumah, ia dinyatakan meninggal dunia.

“Korban waktu mencangkul kemudian duduk, tiba-tiba pingsan. Lalu dibawa ke rumahnya dan dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Pandaan, AKP Bambang Sucahyono.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi rumah duka dan memeriksa jenazah korban. Unit Reskrim Polsek Pandaan juga meninjau lokasi kejadian untuk memastikan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun unsur penganiayaan.

Menurut keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Karena itu, pihak keluarga menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan visum maupun otopsi.

“Korban memang diketahui memiliki sakit. Dari hasil pemeriksaan kami, tidak ada indikasi kekerasan atau hal lain di tubuh korban,” jelas Bambang.

Kematian Chudori meninggalkan duka bagi keluarga dan warga sekitar. Sosoknya dikenal sebagai petani pekerja keras yang hampir setiap hari menghabiskan waktu di sawah. Kini, sawah tempatnya berjuang menjadi saksi bisu akhir pengabdiannya sebagai petani sejati. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami