Tragedi di Purwodadi: Ibu dan Dua Anak Tewas Usai Motor Tabrak Truk
PURWODADI, Suarabangilmedia.com– Suasana duka menyelimuti warga Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi. Sebuah perjalanan keluarga menuju hajatan berakhir tragis setelah motor yang mereka kendarai menabrak truk dari arah berlawanan.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin malam (3/11) sekitar pukul 18.30 WIB, di jalan penghubung Pucangsari–Tambaksari, tepatnya di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi.
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat bernopol N 4310, yang dikendarai Sukesi (49), warga Dusun Tambakwatu. Ia membonceng dua anaknya, JA (14) dan DMA (7). Ketiganya tewas setelah motor mereka bertabrakan dengan truk muatan kosong bernopol N 8413 UE, yang dikemudikan Deni Fauzi (32), warga Dusun Krai, Desa Tambaksari.
Kapolsek Purwodadi Iptu Sugiardi Prianto menjelaskan, dua korban, yakni JA dan DMA, meninggal di tempat kejadian. Sedangkan sang ibu, Sukesi, sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.
“Dua korban meninggal di lokasi kejadian, satu lainnya meninggal saat perawatan di rumah sakit,” ungkapnya.
Dari hasil olah TKP, diketahui motor melaju dari arah barat menuju timur. Diduga, kendaraan terlalu ke kanan hingga menabrak truk yang datang dari arah berlawanan.
“Pengendara motor diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya dan terlalu mengambil jalur kanan,” tambah Kapolsek.
Kecelakaan maut ini juga mengakibatkan kerusakan parah pada kedua kendaraan. Petugas dari Polsek Purwodadi bersama Unit Laka Lantas Polres Pasuruan segera melakukan evakuasi dan mengamankan lokasi agar arus lalu lintas kembali lancar.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Gagah Ananda Faizal, membenarkan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan. “Kami sudah melakukan olah TKP dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kristiawan, salah satu tokoh pemuda Dusun Tambakwatu, membenarkan bahwa ketiga korban merupakan warganya. Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut.
“Warga di sini sangat berduka. Mereka dikenal baik dan ramah. Tidak menyangka perjalanan menghadiri hajatan justru berujung duka,” ucapnya lirih. (*)