Gledekan Tretes Kembali Ramai Saat Ramadan, Ratusan Peserta Adu Nyali di Jalan Palembon Prigen
PRIGEN, Suarabangilmedia — Suasana Jalan Raya Lingkungan Palembon, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tampak berbeda usai salat Subuh. Ratusan warga memadati sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan permainan tradisional ekstrem yang dikenal dengan sebutan gledekan.
Permainan ini kembali menjadi tontonan favorit, terutama menjelang Ramadan. Antusiasme tidak hanya datang dari warga setempat, tetapi juga dari peserta dan penonton luar daerah yang rela datang sejak dini hari.
Menurut panitia, Edi, gledekan rutin digelar setiap Minggu mulai pukul 04.00 hingga 06.00 WIB. Lintasan yang digunakan sepanjang kurang lebih 500 meter, dimulai dari area setelah Tikungan Sekuti hingga berakhir di Persimpangan Jalan Palembon.
Gledekan sendiri merupakan permainan meluncur menggunakan papan kayu beroda bearing. Peserta menaiki papan tersebut dan melaju menuruni jalan beraspal dengan kecepatan tinggi, memacu adrenalin sekaligus keterampilan mengendalikan arah.
Permainan ini sebenarnya sudah lama menjadi tradisi warga setempat, namun sebelumnya hanya diadakan saat bulan Ramadan. Dalam beberapa bulan terakhir, popularitasnya kembali meningkat dan bahkan viral di media sosial.
“Mulai ramai lagi sekitar lima bulan lalu, dan dua bulan terakhir benar-benar viral,” ungkap Sincan, salah satu penggerak kegiatan.
Memasuki Ramadan tahun ini, jadwal penyelenggaraan rencananya akan ditambah menjadi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Minggu, Selasa, dan Jumat.
Pesertanya pun terus bertambah. Saat ini tercatat sekitar 150 orang ikut serta, tidak hanya dari Pasuruan, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jombang, Kediri, Madiun, hingga Pati di Jawa Tengah. Banyak di antara mereka datang sejak tengah malam, bahkan menginap di penginapan sekitar kawasan Tretes.
“Saya awalnya hanya menonton, lama-lama tertarik ikut. Ternyata seru dan bikin ketagihan,” kata Rian, peserta asal Kecamatan Beji.
Ledakan penonton juga terjadi di sepanjang lintasan, terutama di dekat garis akhir. Warga berdiri berjejer untuk menyaksikan peserta meluncur dengan kecepatan tinggi.
Rio, penonton asal Surabaya, mengaku datang bersama keluarga sejak dini hari. Ia bahkan sempat sahur dan salat Subuh di Pandaan sebelum menuju lokasi.
“Kami berangkat naik motor dari Surabaya. Setelah sahur dan Subuh, langsung ke sini untuk nonton gledekan di Tretes,” ujarnya.
Kemeriahan ini menunjukkan bahwa tradisi lokal yang unik masih memiliki daya tarik kuat, bahkan mampu menjadi magnet wisata dadakan selama bulan Ramadan di kawasan Prigen dan sekitarnya. (*)