Lupa Tarik Rem Tangan, Sopir Bus Tewas Terlindas Kendaraannya di Tol Pandaan–Malang
PANDAAN, Suarabangilmedia — Kecelakaan tragis terjadi di bahu jalan ruas Tol Pandaan–Malang pada Senin (23/2) pagi. Seorang sopir bus tewas setelah terlindas kendaraan yang sedang diperbaikinya sendiri. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengendara agar selalu mengaktifkan rem tangan saat berhenti untuk melakukan perbaikan.
Korban diketahui bernama Moch. Sanalis, sopir bus Medali Mas asal Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Insiden terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di KM 56 A, wilayah Desa Karangjati, Pandaan.
Saat itu Sanalis mengemudikan bus dari Surabaya menuju Malang dengan membawa sekitar 15 penumpang. Namun di tengah perjalanan, sistem pengereman bus dilaporkan bermasalah sehingga kendaraan dihentikan di bahu jalan tol.
Korban kemudian turun untuk memperbaiki kerusakan pada bagian rem di bawah bodi bus. Nahas, ia diduga lupa menarik rem tangan serta tidak mengganjal roda kendaraan. Tanpa pengaman, bus tiba-tiba bergerak maju dengan sendirinya.
“Bus berjalan ke depan dan ban belakang kanan melindas korban yang sedang berada di kolong memperbaiki rem,” ujar Aipda Heru Susanto dari Unit Lantas Polsek Pandaan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala, tangan kiri patah, serta luka robek pada siku dan punggung. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Watukosek untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan bus ke Pos Lantas Polsek Pandaan. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu kelalaian korban karena tidak memastikan kendaraan dalam kondisi aman saat diperbaiki.
“Penyebab kecelakaan diduga kurang hati-hati. Kasus masih dalam penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan,” tambah Heru.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa prosedur keselamatan sederhana, seperti mengaktifkan rem tangan dan memasang pengganjal roda, sangat penting untuk mencegah kecelakaan fatal saat melakukan perbaikan kendaraan di jalan. (*)