TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Tadarus Al-Qur’an Hari Ketujuh Ramadan
PASURUAN, Suarabangilmedia.com — Memasuki hari ketujuh Ramadan 1447 Hijriah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan tadarus Al-Qur’an di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (25/2/2026). Kegiatan religius tersebut diikuti Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, bersama jajaran pengurus dan berbagai organisasi perempuan.
Peserta tadarus berasal dari PKK tingkat kabupaten dan kecamatan, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta perwakilan organisasi keagamaan perempuan seperti Muslimat dan Fatayat NU PC Kabupaten Pasuruan dan PC Bangil, serta Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.
Pantauan di lokasi, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menuntaskan bacaan 30 juz Al-Qur’an secara bersama. Setelah khataman, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan pengajian yang dipimpin Nyai Hj. Imama dari Bangil.
Dalam sambutannya, Merita Rusdi Sutejo — yang akrab disapa Mela Rusdi — menegaskan bahwa tadarus Al-Qur’an memiliki peran penting dalam pembinaan karakter keluarga, khususnya dalam program Pokja I PKK yang berfokus pada pembentukan spiritual dan moral.
Menurutnya, keluarga yang kokoh berawal dari landasan iman dan takwa, sementara perempuan memegang peranan sentral dalam membentuk generasi berakhlak.
“Di dalam Al-Qur’an terdapat pedoman kehidupan. Karena itu, tadarus menjadi cara efektif mengajak para ibu lebih dekat dengan agama melalui kebiasaan membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menghadirkan suasana religius yang menenangkan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Pasuruan yang maju, sejahtera, dan berakhlak.
“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Semoga setiap ayat yang kita baca menjadi syafaat dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Pasuruan,” tuturnya.
Mela juga menekankan bahwa membiasakan membaca Al-Qur’an memberikan banyak manfaat, mulai dari ketenangan batin hingga kemudahan dalam menjalani berbagai urusan kehidupan.
“InsyaAllah, setiap ayat yang dilantunkan akan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, mari kita biasakan membaca Al-Qur’an bersama keluarga dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Di penghujung kegiatan, para peserta mendapatkan tausiah dari Nyai Hj. Imama yang menyampaikan ceramah penuh hikmah tentang makna Ramadan dan pentingnya menjaga ketakwaan setelah bulan suci berakhir.
Panitia berharap kegiatan tadarus ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat ibadah dan mempererat sinergi antarorganisasi perempuan dalam pembangunan spiritual masyarakat Kabupaten Pasuruan. (*)