May 19, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Meski Panen Anjlok, Gunungan 1.000 Durian Tetap Meriahkan Tradisi Selamatan Desa Kronto Pasuruan

0
KSP SOSIAL EMOSIONAL

PASURUAN – Ribuan buah durian kembali menjadi pusat perhatian dalam gelaran Selamatan Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Meskipun jumlahnya berkurang drastis dibanding tahun lalu, semangat syukur warga justru tampak lebih menggelora, Minggu (5/4/2026).

Tahun ini, masyarakat setempat hanya mampu menghadirkan 1.000 durian dalam bentuk gunungan yang ditempatkan di halaman Balai Desa Kronto. Jumlah tersebut jauh menurun dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 5.000 buah.

Namun demikian, tradisi tahunan itu tetap berlangsung meriah. Ribuan durian yang masih segar disusun rapi menyerupai gunung, disaksikan langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Kepala Dinas Pariwisata Agus Hari Wibawa.

Kepala Desa Kronto, Sodin, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah durian dalam gunungan bukan karena minimnya niat warga, melainkan gagal panen yang melanda para petani.

“Yang ditakuti petani durian itu ya penyakit durian. Belum lagi hujan deras yang hampir setiap hari turun, membuat buah durian tidak maksimal, bahkan rontok saat mulai berbuah,” jelas Sodin.

Akibatnya, banyak pohon durian milik warga yang seharusnya berbuah lebat justru mengalami kerontokan. Kondisi itu memaksa panen raya tahun ini tidak semaksimal musim-musim sebelumnya.

Selamatan Desa Kronto ternyata tidak hanya mengandalkan gunungan durian. Setiap Rukun Tetangga (RT) di desa tersebut juga menyiapkan satu ancakβ€”wadah tradisional berisi aneka hasil bumi khas Lumbang dan Kabupaten Pasuruan.

Total ada 22 ancak yang diarak keliling desa sebelum akhirnya diperebutkan warga. Hal ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur kolektif atas berkah alam yang masih bisa dinikmati.

“Setiap satu RT membawa satu ancak. Isinya bebas, yang penting hasil bumi di Lumbang atau khasnya Kabupaten Pasuruan,” ujar Sodin.

Berbeda dari jadwal biasanya, Selamatan Desa Kronto tahun ini digelar setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Padahal, tradisi turun-temurun masyarakat setempat biasa melaksanakannya pada bulan Ruwah atau sebelum bulan Ramadhan.

“Biasanya ruwah, sebelum puasa, karena mepet akhirnya diundur jadi sekarang ini,” ungkap Sodin.

Acara ini berlangsung selama dua hari berturut-turut. Hari pertama diisi dengan khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan tahlil. Hari kedua menjadi puncaknya, yakni tasyakuran dengan gunungan durian sebagai pamungkas.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Kronto dan seluruh warganya. Menurutnya, melestarikan tradisi selamatan desa adalah bentuk menjaga akar budaya sekaligus wujud syukur kepada Tuhan.

“Saya sangat berterima kasih sekali untuk Pak Bupati Rusdi, dan semua warga yang selalu menyambut gembira acara selamatan desa ini,” imbuh Sodin menirukan rasa syukur warganya.

Dalam sambutannya, Rusdi Sutejo menyampaikan harapan besar agar tradisi ini tetap dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. Ia juga mendoakan agar Desa Kronto menjadi desa yang makmur dan subur.

“Harapannya, semoga Desa Kronto menjadi desa yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. Warganya damai, aman sentosa dan selamat, tanamannya semakin subur dan buahnya semakin melimpah. Biar tahun depan bisa lebih meriah lagi,” harap Rusdi.

Meskipun jumlah durian yang dipajang lebih sedikit, Kepala Desa Sodin mengaku lega karena warga tetap antusias mendukung jalannya acara. Gotong royong terlihat sejak persiapan, mulai dari memotong bambu hingga menyusun gunungan durian.

“Pokoknya saya sangat berterima kasih sekali. Warga selalu menyambut gembira,” tutup Sodin.

Selamatan Desa Kronto pun berjalan lancar, meninggalkan harapan bahwa musim durian tahun depan akan kembali melimpah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *