21 Inovator Inopamas 2026 Pasuruan Lolos ke Babak Selanjutnya
Bangil | Suarabangilmedia.com – Sebanyak 21 inovator berhasil lolos ke babak selanjutnya dalam ajang Inovasi Pelayanan Masyarakat (Inopamas) 2026 Kabupaten Pasuruan. Mereka akan melanjutkan ke tahap kunjungan lapangan. Proses seleksi sebelumnya diikuti oleh 31 nominator yang lolos verifikasi berkas.
Dari 31 nomine yang lolos tahap verifikasi berkas, mereka melanjutkan ke tahapan presentasi. Dewan juri kemudian memilih nomine dengan nilai tertinggi dari masing-masing kategori. Yang berhak maju adalah mereka yang masuk dalam kuota yang ditentukan.
Rincian kelolosan adalah enam nomine dengan nilai tertinggi di kategori Tata Kelola Pemerintahan. Kemudian enam nomine dari kategori Bidang Pendidikan dan Teknologi/Nonteknologi. Serta tiga nomine untuk kategori Milenial.
Jumlah partisipasi lomba untuk bidang milenial memang lebih rendah dibanding bidang lain. Oleh karena itu, hanya tiga nomine yang lolos ke tahap selanjutnya. Total keseluruhan yang lolos adalah 21 inovator.
Diana Lukita Rahayu, Asisten Administrasi Umum Pemkab Kabupaten Pasuruan yang juga bertindak sebagai juri 1, mengaku semua presentasi nomine relatif bagus. “Penampilannya semua bagus, tapi memang perlu digali lagi terkait keunikan inovasi sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Diana menegaskan bahwa juri harus memilih inovasi yang paling beda, unik, serta mampu memberikan dampak baik bagi para penerima manfaat. Inovasi yang tidak biasa akan lebih mudah diingat dan diterapkan.
Lebih lanjut, Diana berpesan agar para peserta yang lolos tidak mudah puas dengan inovasi yang sudah dibuat. Inovasi harus terus dikembangkan agar tidak ketinggalan zaman. Harapannya, inovasi tersebut tetap bisa terus berkembang.
Sementara bagi inovator yang belum dapat melanjutkan perjalanan ke tahapan selanjutnya, Diana berpesan agar tidak berputus asa. “Harapannya bagi yang belum bisa lanjut yakni jangan berputus asa, harus semangat terus karena saya lihat mereka sangat potensial, namun mungkin memang mengalami kendala,” pesannya.
Ketidaklolosan harus menjadi dorongan kuat untuk menyempurnakan inovasi terbaik mereka. Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan di masa mendatang.
Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Pasuruan, Rosalina Yunita, juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, semua inovasi peserta memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing. Tidak ada yang benar-benar buruk.
Pihaknya mengaku telah melihat banyak inovasi potensial yang bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Bahkan, beberapa inovasi berpotensi bisa ikut lomba inovasi di tingkat lain. Tingkat provinsi maupun nasional bukan hal mustahil.
Tahap kunjungan lapangan akan menjadi penentu akhir para inovator. Juri akan turun langsung melihat implementasi inovasi di lapangan. Inovasi yang teorinya bagus tetapi tidak aplikatif akan tersingkir.
Para inovator yang lolos kini bersiap diri. Mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut tim juri yang akan berkunjung. Inovasi terbaik mereka harus ditampilkan secara maksimal. (HS)