8 Pelatihan Kerja Dibuka, 64 Peserta Siap Berkompetisi
Bangil | Suarabangilmedia.com – Setelah sukses dengan gelombang pertama, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) gelombang kedua. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko. Acara berlangsung di Aula UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Senin (18/5/2026).
Dimulainya pelatihan ketenagakerjaan ini ditandai dengan penyematan tanda kepesertaan oleh Sekda Yudha kepada 2 orang perwakilan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara pembukaan. Mereka siap menjalani pelatihan selama sebulan penuh.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, menjelaskan bahwa pelatihan akan dilaksanakan selama sebulan penuh, terhitung 18 Mei hingga 26 Juni 2026. Durasi ini dinilai cukup untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar yang mumpuni.
Untuk tahun ini, total ada 8 paket pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi industri di Kabupaten Pasuruan. Paket-paket tersebut antara lain forklift, las, operator CNC, teknik kelistrikan, tata rias, serta pembuatan roti dan kue.
“Total peserta ada 64 orang yang belum pernah mengikuti pelatihan dan sudah dinyatakan lolos seleksi assessment beberapa waktu lalu. Sebulan penuh dilatih sampai punya basic skill,” jelas Rakhmat. Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai fasilitas menarik. Mereka mendapat uang transport, BPJS Ketenagakerjaan, tas, seragam, sepatu, dan uji kompetensi. Semua fasilitas ini untuk mendukung kenyamanan peserta selama pelatihan.
Tujuan digelarnya pelatihan PBK gelombang kedua semata-mata untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja. Khususnya pencari kerja yang berasal dari Kabupaten Pasuruan. Targetnya agar mereka menjadi kompeten dan berdaya saing di dunia kerja.
“Selama tiga puluh hari, para peserta akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman pelatihan ketenagakerjaan oleh instruktur profesional dengan tujuan agar memiliki skill bagus ketika dinyatakan selesai pelatihan,” imbuh Rakhmat.
Sekda Yudha berharap peserta fokus mengikuti pelatihan mulai awal sampai selesai. “Gunakan waktu pelatihan dengan sungguh-sungguh dan kami harapkan menjadi calon tenaga kerja yang tidak hanya ahli, namun punya karakter dan integritas tinggi,” harapnya.
Sertifikat yang didapat setelah pelatihan bisa dijadikan pegangan untuk melamar pekerjaan sesuai klasifikasinya. Pelatihan ini menjadi bekal berharga bagi para pencari kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.
Dengan dilaksanakannya pelatihan PBK tahap kedua, diharapkan dapat mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pasuruan. Program ini juga mendorong terwujudnya link and match antara lembaga pelatihan dan dunia industri.
“Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan terus mendukung dan memfasilitasi upaya seluruh peserta pelatihan dalam meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Sekda Yudha. Pelatihan ini menjadi bukti komitmen serius pemerintah dalam menekan angka pengangguran. (HS)