May 5, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Ibu Rumah Tangga di Pasuruan Gantung Diri, Terlilit Utang Rp50 Juta

0
ilustrasi_169

Tutur | Suarabangilmedia.com – Seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Korban nekat mengakhiri hidup diduga karena himpitan ekonomi dan utang. Peristiwa tragis ini diketahui oleh suami korban pada Senin (4/5/2026) pukul 04.30 WIB.

Peringatan: Konten ini membahas tentang bunuh diri. Jika Anda atau keluarga mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk melukai diri sendiri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat. Anda tidak sendirian, bantuan selalu tersedia.

“Korban meninggal dunia dengan cara gantung diri, jenazahnya ditemukan di kamar korban,” ujar Kanitreskrim Polsek Tutur, Aiptu Akhdian Pramono, Senin (4/5/2026). Saat bangun tidur, suami mendapati istrinya sudah dalam kondisi tergantung di kamar tengah. Lokasinya tepat di samping tempat tidur suami.

Berdasarkan keterangan petugas, sebelumnya korban sempat tidur di kamar depan bersama anak keduanya. Sekitar pukul 02.00 WIB, korban berpindah ke kamar tengah tempat suaminya tidur. Suami sama sekali tidak menyadari kehadiran istrinya saat ia pindah kamar.

Dari hasil penelusuran, korban diduga mengalami tekanan ekonomi yang berat. Ia diketahui memiliki utang sebesar Rp50 juta. Beban utang ini menjadi pemicu utama terjadinya peristiwa tragis tersebut. Korban disebut sempat stres memikirkan utangnya.

Bahkan, dalam sebulan terakhir korban disebut sudah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, upaya-upaya sebelumnya tidak berhasil. Kali ini, korban nekat mengambil tindakan di samping suami yang sedang terlelap tidur.

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dibuktikan dengan surat pernyataan resmi,” terang Akhdian. Keluarga memilih untuk segera memakamkan jenazah tanpa proses visum.

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Semua bukti mengarah pada tindakan bunuh diri murni akibat tekanan ekonomi.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Warga sekitar turut berduka dan membantu proses pemakaman. Banyak yang terkejut karena korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tertutup.

Kasus ini menjadi peringatan tentang pentingnya kesehatan mental dan berbagi beban dengan orang terdekat. Jika Anda atau keluarga memiliki masalah berat, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau tokoh agama. Jangan pendam masalah sendirian. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *