Lupa Matikan Kompor Gas saat Masak, 3 Rumah di Gempol Pasuruan Ludes Terbakar
Gempol | Suarabangilmedia.com โ Tiga rumah warga di Dusun Tanjung, Desa/Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (4/5) sore. Kebakaran bermula dari rumah milik Aisa, kemudian api dengan cepat merembet ke rumah sisi samping kanan dan kirinya. Dua rumah yang ikut terbakar masing-masing milik Harisun dan Anik.
Peristiwa ini terjadi di lingkungan pemukiman padat penduduk. Kepadatan bangunan menjadi faktor penyebab cepatnya api menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam membubung tinggi segera berhamburan keluar rumah panik. (Baca juga: Tips Mencegah Kebakaran Rumah Akibat Kompor Gas)
Mengetahui terjadi kebakaran, warga sekitar berdatangan dan bersama-sama berusaha memadamkan api secara manual atau kerja bakti. Ada juga yang menghubungi kantor pemadam kebakaran (damkar) untuk meminta bantuan. Warga menggunakan ember dan alat seadanya untuk membasahi apiagar tidak semakin membesar.
Kronologi Kebakaran:
- Aisa menyalakan kompor gas dengan wajan berisi minyak untuk memanaskan minyak guna memasak kerupuk.
- Pemilik rumah kemudian meninggalkan rumah untuk mencari cucunya yang belum pulang.
- Dalam keadaan buru-buru, Aisaย lupa mematikan kompor gasย yang masih menyala.
- Minyak dalam wajan overheat dan memercik, menyebabkan api menyambar benda di sekitarnya.
- Api membesar dan merembet ke rumah Harisun di samping kanan dan rumah Anik di samping kiri.
Tak lama kemudian, dua unit pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Masing-masing unit berasal dari Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Pasuruan. Kecepatan respons damkar menjadi kunci agar api tidak menjalar ke lebih banyak rumah.
Sesampainya di lokasi, personel damkar langsung melakukan upaya pemadaman berikut dengan pembasahannya. Sore itu juga, jelang petang, pemadaman dinyatakan tuntas. Api berhasil dijinakkan setelah petugas bekerja keras selama beberapa jam.
“Total rumah warga yang terbakar di Dusun Tanjang, Desa/Kecamatan Gempol ada tiga rumah. Rumah ini berada di lingkungan padat penduduk. Nihil korban, hanya kerugian materil saja,” kata Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
Untuk pemicu terjadinya kebakaran, dari hasil penyelidikan sementara Polsek Gempol, api muncul dari rumah milik Aisa. Polisi telah mengamankan lokasi kejadian untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa saksi juga dimintai keterangan untuk memperkuat penyelidikan.
“Sebelumnya, pemilik rumah diketahui menyalakan kompor gas yang wajannya terisi minyak untuk dipanaskan guna memasak kerupuk. Kemudian oleh pemilik rumah ditinggal keluar mencari cucunya. Celakanya, pemilik rumah lupa mematikan kompornya. Akhirnya terjadilah kebakaran ini hingga mengakibatkan dua rumah di samping kanan dan kirinya ikut terbakar,” beber Iptu Joko Suseno.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat tentang bahaya meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala. Kebiasaan sepele seperti lupa mematikan kompor bisa berakibat fatal. Kerugian materil yang dialami tiga keluarga ini mencapai ratusan juta rupiah, dan mereka kini kehilangan tempat tinggal. (Baca juga: Dampak Psikologis Korban Kebakaran dan Cara Pemulihannya)
Imbauan dari pihak berwenang:
- Selalu pastikan kompor gas dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah.
- Jangan tinggalkan wajan berisi minyak panas di atas kompor yang menyala.
- Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.
- Pastikan akses jalan menuju rumah mudah dilalui mobil damkar.
- Laporkan segera ke damkar jika terjadi kebakaran.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) [1], kebakaran rumah akibat kelalaian manusia masih mendominasi kasus kebakaran di Indonesia. Kompor gas yang ditinggal menyala menjadi salah satu penyebab utama. Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Polres Pasuruan terus menggencarkan sosialisasi keselamatan kebakaran kepada masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk seperti Gempol.
Warga yang rumahnya terbakar saat ini mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pemerintah desa dan kecamatan tengah mendata kerugian dan menyiapkan bantuan untuk para korban. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan untuk meringankan beban para korban kebakaran. (HS)