May 5, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Nelayan Nguling Temukan Mayat Perempuan Mengambang di Laut saat Melaut

0
evakuasi-personel-kepolisian-bersama-warga-membawa-mayat-perempuan-yang-ditemukan-di-perairan-di-desa-mlaten-nguling-selasa-55-siang-foto-istimewa-tS363

Nguling | Suarabangilmedia.com – Sesosok mayat membuat gempar warga pesisir di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (5/5) siang. Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan mengambang di perairan sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Peristiwa ini langsung mengguncang ketenangan warga setempat. (Baca juga: Polisi Selidiki Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Pasuruan)

Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang nelayan setempat bernama Mubin. Sekitar pukul 12.20 WIB, ia sedang melaut seperti biasa melakukan aktivitas penangkapan ikan. Namun, pandangannya tertuju pada sesuatu yang tidak biasa di tengah laut. Nelayan di pesisir Pasuruan memang kerap menghadapi berbagai kejadian tak terduga saat melaut, seperti cuaca buruk hingga temuan benda asing.

Fakta Menarik Seputar Perairan Nguling:

  • Perairan Nguling merupakan salah satu titik tangkapan ikan utama bagi nelayan setempat.
  • Jarak 2 kilometer dari bibir pantai termasuk zona dekat yang kerap dilalui perahu nelayan tradisional.
  • Arus laut di wilayah ini cukup tenang pada siang hari, memungkinkan benda atau mayat mengambang tidak terbawa jauh.

“Saksi melihat korban sudah dalam keadaan mengambang dan tidak bergerak. Posisi telungkup di tengah laut,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, dalam keterangannya. Korban diperkirakan berusia sekitar 60 tahun. Kondisi fisik korban belum dapat diidentifikasi lebih lanjut sebelum proses visum selesai.

Mengetahui hal tersebut, Mubin tidak panik dan segera mengambil tindakan cepat. Ia menghubungi Surya Anugrah A, seorang perangkat desa setempat, untuk melaporkan temuannya. Informasi tentang mayat mengambang ini kemudian diteruskan ke Polsek Nguling. Sistem pelaporan kejadian darurat di wilayah pesisir seperti ini telah berjalan cukup baik berkat koordinasi antara nelayan dan aparat desa.

Tak berselang lama, petugas kepolisian bersama perangkat desa dan warga bergerak cepat. Mereka mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan proses evakuasi. Kerja sama antara warga dan aparat berjalan dengan baik dan sigap. Proses evakuasi di tengah laut memerlukan kehati-hatian ekstra karena kondisi ombak dan arus.

Proses evakuasi mayat dari tengah laut berlangsung cukup cepat. Tim gabungan berhasil mengangkat jenazah korban ke atas perahu. Jenazah korban kemudian dibawa ke daratan dengan penuh hati-hati. Beberapa warga yang menyaksikan evakuasi tampak terenyuh dan mendoakan korban.

Setibanya di darat, jenazah langsung dilarikan ke RSUD Grati untuk proses lebih lanjut. Pengangkutan menggunakan ambulans puskesmas dengan pengawalan ketat dari anggota kepolisian. Hal ini untuk memastikan proses berjalan lancar. RSUD Grati merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Kabupaten Pasuruan yang memiliki fasilitas kamar mayat dan layanan visum.

“Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematian,” tambah Aipda Junaedi. Visum menjadi langkah penting untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematian. Proses visum biasanya memakan waktu beberapa jam hingga hasil keluar.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan mayat perempuan ini. Identitas korban belum dapat dipastikan hingga hasil visum keluar. Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat. (Baca juga: Polda Jatim tangani 5 kasus penemuan mayat di perairan sepanjang 2026)

Imbauan dari pihak kepolisian:

  1. Warga yang memiliki keluarga hilang agar segera melapor ke Polsek Nguling.
  2. Nelayan diminta melapor jika menemukan benda atau hal mencurigakan di laut.
  3. Masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban di media sosial untuk menghormati keluarga.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi antara nelayan, perangkat desa, dan kepolisian dalam menangani temuan mayat di perairan. Kerja sama yang baik akan mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban. Sampai berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Pasuruan Kota dan RSUD Grati. (HS)

Nguling | Suarabangilmedia.com – Sesosok mayat membuat gempar warga pesisir di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (5/5) siang. Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan mengambang di perairan sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Peristiwa ini langsung mengguncang ketenangan warga setempat. (Baca juga: Polisi Selidiki Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Pasuruan)

Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang nelayan setempat bernama Mubin. Sekitar pukul 12.20 WIB, ia sedang melaut seperti biasa melakukan aktivitas penangkapan ikan. Namun, pandangannya tertuju pada sesuatu yang tidak biasa di tengah laut. Nelayan di pesisir Pasuruan memang kerap menghadapi berbagai kejadian tak terduga saat melaut, seperti cuaca buruk hingga temuan benda asing.

Fakta Menarik Seputar Perairan Nguling:

  • Perairan Nguling merupakan salah satu titik tangkapan ikan utama bagi nelayan setempat.
  • Jarak 2 kilometer dari bibir pantai termasuk zona dekat yang kerap dilalui perahu nelayan tradisional.
  • Arus laut di wilayah ini cukup tenang pada siang hari, memungkinkan benda atau mayat mengambang tidak terbawa jauh.

“Saksi melihat korban sudah dalam keadaan mengambang dan tidak bergerak. Posisi telungkup di tengah laut,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, dalam keterangannya. Korban diperkirakan berusia sekitar 60 tahun. Kondisi fisik korban belum dapat diidentifikasi lebih lanjut sebelum proses visum selesai.

Mengetahui hal tersebut, Mubin tidak panik dan segera mengambil tindakan cepat. Ia menghubungi Surya Anugrah A, seorang perangkat desa setempat, untuk melaporkan temuannya. Informasi tentang mayat mengambang ini kemudian diteruskan ke Polsek Nguling. Sistem pelaporan kejadian darurat di wilayah pesisir seperti ini telah berjalan cukup baik berkat koordinasi antara nelayan dan aparat desa.

Tak berselang lama, petugas kepolisian bersama perangkat desa dan warga bergerak cepat. Mereka mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan proses evakuasi. Kerja sama antara warga dan aparat berjalan dengan baik dan sigap. Proses evakuasi di tengah laut memerlukan kehati-hatian ekstra karena kondisi ombak dan arus.

Proses evakuasi mayat dari tengah laut berlangsung cukup cepat. Tim gabungan berhasil mengangkat jenazah korban ke atas perahu. Jenazah korban kemudian dibawa ke daratan dengan penuh hati-hati. Beberapa warga yang menyaksikan evakuasi tampak terenyuh dan mendoakan korban.

Setibanya di darat, jenazah langsung dilarikan ke RSUD Grati untuk proses lebih lanjut. Pengangkutan menggunakan ambulans puskesmas dengan pengawalan ketat dari anggota kepolisian. Hal ini untuk memastikan proses berjalan lancar. RSUD Grati merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Kabupaten Pasuruan yang memiliki fasilitas kamar mayat dan layanan visum.

“Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematian,” tambah Aipda Junaedi. Visum menjadi langkah penting untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematian. Proses visum biasanya memakan waktu beberapa jam hingga hasil keluar.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan mayat perempuan ini. Identitas korban belum dapat dipastikan hingga hasil visum keluar. Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat. (Baca juga: Polda Jatim tangani 5 kasus penemuan mayat di perairan sepanjang 2026)

Imbauan dari pihak kepolisian:

  1. Warga yang memiliki keluarga hilang agar segera melapor ke Polsek Nguling.
  2. Nelayan diminta melapor jika menemukan benda atau hal mencurigakan di laut.
  3. Masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban di media sosial untuk menghormati keluarga.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi antara nelayan, perangkat desa, dan kepolisian dalam menangani temuan mayat di perairan. Kerja sama yang baik akan mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban. Sampai berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Pasuruan Kota dan RSUD Grati. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *