Kandang Sapi di Lekok Terbakar, 1 Ekor Mati Terpanggang
Lekok | Suarabangilmedia.com – Sebuah kandang sapi di Dusun Mimbo RT 003/RW 003, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terbakar pada siang hari (13/5/2026). Peristiwa tragis ini menyebabkan seekor sapi mati terpanggang di dalam kandang. Api dengan cepat membesar karena bahan yang mudah terbakar.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Api pertama kali muncul dari dalam kandang yang menyatu dengan dapur. Lokasinya berada tepat di samping rumah korban. Pemilik kandang bernama Hakim sontak panik melihat rumah dan kandangnya terbakar.
Kobaran api kemudian cepat membesar. Kandang yang konstruksinya dari kayu dan anyaman bambu dengan mudah tersulut api. Tumpukan kayu di dalam kandang dan rumput kering di sekitarnya semakin memperparah keadaan. Api pun menjalar dengan cepat.
Warga sekitar yang mengetahui kebakaran langsung berdatangan. Mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember dan selang air. Warga juga berupaya menyelamatkan sapi-sapi yang masih berada di dalam kandang.
Dari total sembilan ekor sapi yang berada di kandang, satu ekor sapi mati akibat terbakar. Kondisinya sangat memprihatinkan, tubuh sapi hangus terbakar. Delapan ekor sapi lainnya mengalami luka bakar tetapi berhasil dievakuasi oleh warga.
Delapan sapi yang selamat kemudian dipindahkan ke kandang terdekat. Kandang tersebut milik Mak Sumah, tetangga korban yang bersedia menampung sapi-sapi korban. Sapi-sapi itu kini mendapat perawatan intensif untuk luka bakarnya.
Zaskiya, warga setempat, mengungkapkan kronologi sebelum kebakaran. “Api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang ditinggal. Kemudian merambat ke bagian atas kandang yang terbuat dari kayu,” ujarnya. Kelalaian kecil berakibat fatal.
Istri korban, Sofi, sedang memasak lontong menggunakan tungku di dalam kandang sebelum kejadian. Ia kemudian keluar dari kandang untuk melaksanakan salat Duhur. Tungku yang masih menyala ditinggalkan begitu saja tanpa pengawasan.
Api dari tungku diduga menyambar bahan mudah terbakar di sekitar kandang. Kayu kering dan anyaman bambu langsung tersulut. Karena ditinggal cukup lama, api sudah membesar sebelum ada yang menyadari.
Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp25 juta. Korban kehilangan satu ekor sapi andalannya dan mengalami kerusakan kandang yang cukup parah. Delapan sapi lainnya masih dalam masa perawatan luka bakar.
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengamankan beberapa barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah kelalaian manusia.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Jangan pernah meninggalkan api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Mereka juga menggalang bantuan untuk meringankan beban korban. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran. (HS)