May 15, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Maling Burung Terekam CCTV, Korban Ikhlas Gak Lapor Polisi

0
IMG_20260514_175629

Winongan | Suarabangilmedia.com – Aksi pencurian burung peliharaan milik warga di Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, terekam kamera pengawas (CCTV). Peristiwa terjadi pada Kamis (14/5/2026) dini hari. Pelaku dengan tenang melancarkan aksinya.

Berdasarkan rekaman CCTV, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.21 WIB. Kondisi lingkungan sekitar saat itu masih sangat sepi. Pelaku diduga telah mengamati situasi terlebih dahulu sebelum bertindak.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengendarai sepeda motor matik melintas di jalan permukiman warga. Pelaku mengenakan helm dan jaket untuk menutupi identitas dirinya. Ia kemudian menghentikan kendaraannya di depan rumah korban.

Setelah memastikan situasi aman, pelaku berjalan menuju teras rumah. Di sana tergantung sebuah sangkar burung yang terbungkus kain berwarna biru. Dengan cepat, pelaku mengambil sangkar tersebut.

Usai berhasil membawa sangkar burung, pelaku langsung kabur. Ia melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor matic ke arah barat. Aksi berlangsung tidak lebih dari dua menit.

Nasrin Karimah, warga setempat, membenarkan kejadian tersebut. “Ya, kejadiannya tadi malam. Malingnya terekam CCTV,” katanya. Warga sekitar sudah melihat rekaman CCTV yang tersebar di grup WhatsApp.

Menurut Karimah, aksi pelaku terbilang nekat. Di sekitar lokasi sebenarnya telah terpasang sejumlah kamera pengawas. Namun, pelaku tetap berani mencuri tanpa takut terekam.

Burung yang dicuri diketahui berjenis plecit. Harga burung tersebut ditaksir sekitar Rp500 ribu. Burung itu milik warga bernama Toif. Plecit termasuk jenis burung kicau yang cukup populer.

“Di sini banyak CCTV yang dipasang, tapi pelaku tetap berani mencuri. Burung yang hilang jenis plecit,” ujar Karimah. Warga sekitar ikut prihatin dengan kejadian ini.

Meski aksi pelaku terekam jelas kamera pengawas, korban memilih tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Toif memilih mengikhlaskan burung peliharaannya yang raib digondol pelaku.

Keputusan korban untuk tidak melapor cukup mengejutkan. Padahal, rekaman CCTV bisa menjadi bukti kuat bagi polisi. Sayangnya, tanpa ada laporan resmi, polisi tidak bisa bertindak.

Toif mungkin memiliki pertimbangan sendiri. Entah karena malas mengurus administrasi, atau karena nilai kerugian yang tidak terlalu besar. Namun, sikap ini justru merugikan dirinya sendiri.

Polisi sebenarnya sudah bisa mengidentifikasi pelaku dari rekaman CCTV. Namun, karena korban tidak melapor, kasus ini kemungkinan besar akan berhenti di sini. Pelaku pun bisa leluasa beraksi di tempat lain.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menjadi korban kejahatan. Jangan biarkan pelaku bebas karena korban enggan melapor. Laporan polisi adalah langkah awal untuk menciptakan keamanan lingkungan. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *