Pekerja Koramil Rejoso Tersengat Listrik saat Pasang Genting
Rejoso | Suarabangilmedia.com – Seorang pekerja proyek pembangunan Kantor Koramil 0819/08 Rejoso, Kabupaten Pasuruan, tersengat listrik tegangan tinggi pada Sabtu (16/5/2026) pagi. Korban bernama Suwadi, warga Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso. Ia mengalami pingsan dan luka bakar akibat peristiwa ini.
Kejadian bermula saat Suwadi bersama pekerja lainnya tengah memasang atap genteng bangunan Koramil. Lokasi bangunan diketahui berada sangat dekat dengan kabel jaringan tegangan menengah milik PLN. Jarak yang berbahaya ini menjadi pemicu utama kecelakaan.
Saat korban mengukur ketebalan bubungan atau wuwung atap, ia menarik tali sebagai acuan kelurusan pemasangan genteng. Tiba-tiba, Suwadi tersengat listrik tanpa diduga. Percikan api langsung terlihat dari tubuh korban.
Basori, teman korban yang bekerja di lokasi yang sama, panik melihat kejadian itu. “Sempat pingsan di atas,” kata Basori. Ia dan pekerja lainnya segera berusaha menolong Suwadi yang tidak sadarkan diri di atas atap.
Korban kemudian segera dievakuasi menuju Puskesmas Rejoso untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tim medis puskesmas berusaha menstabilkan kondisi korban. Karena mengalami luka bakar cukup serius, Suwadi akhirnya dirujuk ke RSUD Bangil.
Komandan Koramil 0819/08 Rejoso, Kapten Cpl Adia Warman, mengatakan pihaknya langsung memberikan pendampingan terhadap korban. “Intinya akan kami dampingi sampai sembuh,” tegasnya. Pendampingan diberikan sejak proses evakuasi hingga perawatan di rumah sakit.
Menurut Adia, pihak Koramil sebelumnya telah berulang kali mengingatkan para pekerja agar berhati-hati. Area proyek memang berada dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi. Risiko kecelakaan sudah diantisipasi sejak awal.
Pihak Koramil sempat berkoordinasi untuk melakukan pemadaman arus listrik sementara selama proses pengerjaan atap berlangsung. Namun, karena kebutuhan pasokan listrik warga sekitar, tidak memungkinkan dilakukan pemutusan sepihak. Hal ini menjadi dilema yang sulit dipecahkan.
“Pasca kejadian kami berkoordinasi dan menyurati PLN guna mencari solusi penanganan kabel listrik di sekitar proyek pembangunan,” jelas Adia. PLN diharapkan bisa memberikan solusi terbaik untuk keselamatan pekerja.
Pembangunan markas Koramil Rejoso dipastikan tetap dilanjutkan. Namun, pengawasan keselamatan kerja akan lebih ditingkatkan. Setiap pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri yang memadai. Pekerja juga diminta lebih waspada dengan lingkungan sekitar.
Keluarga korban berharap Suwadi cepat pulih dan dapat beraktivitas normal kembali. Biaya perawatan ditanggung oleh pihak Koramil. Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya bekerja di dekat instalasi listrik. (HS)