Waspada Uang Palsu di Pasar Pandaan, Pedagang Jadi Korban
Pandaan | Suarabangilmedia.com – Peredaran uang palsu mulai meresahkan para pedagang di Pasar Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Modus yang digunakan menyasar transaksi kecil di lapak pedagang. Pelaku memanfaatkan kelengahan penjual saat menerima pembayaran.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa seorang perempuan diduga menggunakan pecahan Rp100 ribu untuk bertransaksi di salah satu lapak pedagang kerupuk di dalam pasar. Setelah transaksi selesai, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
Diduga, perempuan tersebut tidak bekerja sendirian. Di luar pasar, sudah menunggu sebuah mobil Granmax yang disinyalir digunakan untuk melarikan diri. Keberadaan mobil ini semakin menguatkan dugaan adanya sindikat.
Kasus itu sontak menjadi perhatian seluruh pedagang di Pasar Pandaan. Sebab, nominal besar dengan transaksi kecil seperti kerupuk sangat mencurigakan. Uang pecahan besar sering menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku.
Pelaku biasanya menukar uang palsu dengan uang asli dari hasil transaksi. Pedagang yang kurang teliti akan dengan mudah memberikan uang kembalian asli kepada pelaku. Kerugian pun tidak terhindarkan.
Kepala UPT Pasar Pandaan, Iwan Wahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan peredaran uang palsu tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan pengelola pasar dan pedagang.
Identifikasi ciri-ciri pelaku sedang dilakukan. Tim akan mengumpulkan rekaman CCTV yang terpasang di sekitar pasar. Petugas juga akan memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian.
“Kami akan tindak lanjuti laporan ini. Sekaligus mengimbau seluruh pedagang agar lebih teliti saat menerima pembayaran, terutama pecahan besar,” ujar Iwan. Imbauan ini disampaikan melalui pengeras suara di pasar.
Ia meminta pedagang untuk tidak sungkan memeriksa keaslian uang secara langsung. Pedagang bisa menggunakan metode sederhana seperti dilihat, diraba, dan diterawang. Bila tersedia, alat bantu pendeteksi uang palsu juga bisa digunakan.
Bank Indonesia telah memberikan panduan ciri-ciri uang asli. Uang asli memiliki benang pengaman, gambar tinta berubah warna, dan tekstur khas yang kasar saat diraba. Uang palsu biasanya lebih halus dan gambarnya buram.
Pedagang juga diminta melapor ke pengelola pasar jika menemukan transaksi mencurigakan. Jangan ragu untuk menolak pembayaran dengan uang pecahan besar jika ada keanehan. Segera hubungi petugas keamanan pasar jika perlu.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu sindikat pengedar uang palsu ini. Masyarakat diimbau segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Jangan biarkan pedagang kecil menjadi korban berikutnya. (HS)