Babak 8 Besar Pasuruan Super League, Tim dan Suporter Wajib Patuhi Regulasi
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Babak delapan besar Pasuruan Super League 2026 segera bergulir. Tim teknis penyelenggara menegaskan bahwa regulasi di fase ini tidak jauh berbeda dengan babak penyisihan. Namun, ada sejumlah aturan tambahan yang wajib dipatuhi seluruh kontestan.
Ketua tim teknis Pasuruan Super League, Sugianto, menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada sistem adu penalti jika terjadi skor seri. Selain itu, tim juga diperbolehkan menambah atau mengganti pemain dengan syarat ketat.
“Setiap pemain baru yang ditambahkan harus sesuai regulasi. Pemain harus berasal dari kecamatan yang sama dari tim yang dibela. Jika tidak, pemain tersebut kami anggap tidak sah,” tegas Sugianto.
Sanksi tegas menanti bagi tim yang nekat menurunkan pemain tidak sah. Sesuai aturan, tim tersebut akan dianggap kalah WO (walk out).
Sugianto mengimbau seluruh tim untuk tidak mencoba-coba berbuat curang. Tim teknis akan melakukan verifikasi berlapis dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) agar data pemain valid.
“Ini semua agar fair play tetap terjaga,” ujarnya.
Untuk kelancaran pertandingan, setiap tim diminta hadir satu jam sebelum laga dimulai. Tujuannya memberi waktu lebih bagi pemain untuk warming up sekaligus memudahkan pengecekan oleh tim teknis.
Aturan ketat juga berlaku di area bench atau bangku cadangan. Pemain dan ofisial wajib membawa id card. Tanpa id card, mereka dilarang duduk di bench.
Anggota tim teknis lainnya, Reza Sasmita, menjelaskan alasan di balik pengetatan aturan bench. Menurutnya, situasi panas dalam pertandingan sering kali dipicu dari bangku cadangan.
“Yang memberi instruksi hanya satu orang, yakni pelatih. Hanya satu orang yang diperkenankan berdiri di tepi lapangan. Saat babak penyisihan lalu, banyak ofisial yang memberikan instruksi dengan teriak-teriak. Bahkan pemain cadangan pun ada yang ikut teriak. Ini sebenarnya tidak boleh,” imbuh Reza.
Aturan ini juga berlaku bagi para suporter. Mereka diminta untuk tetap tertib dan tidak melakukan provokasi yang dapat memicu kericuhan.
Dengan regulasi yang lebih ketat, babak delapan besar Pasuruan Super League 2026 diharapkan berjalan sportif dan kondusif. Fair play menjadi harga mati demi menjaga kualitas kompetisi sepak bola antar kecamatan di Kabupaten Pasuruan. (HS)