Reses di Cafe Capitano, Mas Febri Tampung Aspirasi Pemuda soal CSR hingga Infrastruktur Desa
oplus_2048
PASURUAN | Suarabangilmedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Febri Irawan Darwis yang akrab disapa Mas Febri, menyerap berbagai aspirasi pemuda dan perwakilan Karang Taruna dalam kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Cafe Capitano, Sabtu (24/10/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan masyarakat, mulai dari penataan usaha rumah kos, kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal, pembangunan infrastruktur, hingga transparansi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Dalam dialog tersebut, Mas Febri menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Karang Taruna tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan sosial, tetapi juga dapat menjadi agent of change atau agen perubahan yang menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan, serta mendorong penyelesaian persoalan di lingkungan masing-masing.
Salah satu aspirasi disampaikan Rahmat Dani dari Masangan yang menyoroti perkembangan usaha rumah kos. Ia berharap terdapat penataan dan koordinasi terkait keberadaan usaha tersebut agar pengelolaannya berjalan sesuai ketentuan. Menanggapi hal itu, Mas Febri menyampaikan perlunya komunikasi dengan pemerintah desa dan dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Persoalan kesempatan kerja juga menjadi perhatian peserta. H. Efendi dari Beji mengusulkan pembentukan training center di tingkat kecamatan untuk meningkatkan keterampilan pemuda agar sesuai dengan kebutuhan industri. Mas Febri menegaskan bahwa pelatihan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu diarahkan pada peluang kerja, penyaluran tenaga kerja ke perusahaan, maupun pengembangan usaha mandiri.
Selain itu, peserta dari wilayah Nguling menyampaikan kebutuhan bantuan material untuk pembangunan plengsengan. Mereka juga menyoroti penanganan plengsengan sungai yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Aspirasi tersebut memerlukan koordinasi antarlembaga agar penanganannya sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Pembahasan lainnya berkaitan dengan akses program CSR perusahaan. Perwakilan Karang Taruna Pogar mempertanyakan mekanisme pengajuan dan pemanfaatan CSR untuk mendukung kegiatan sosial, peningkatan keterampilan, serta usaha produktif bagi pemuda.
Mas Febri menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Ia juga mendorong Karang Taruna agar lebih mandiri dalam menyusun program, memahami mekanisme CSR, serta mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui reses ini, berbagai masukan dari peserta diharapkan menjadi bahan tindak lanjut sesuai kewenangan instansi terkait. Aspirasi tersebut mencakup kebutuhan sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, dan infrastruktur yang dinilai penting bagi pembangunan masyarakat Kabupaten Pasuruan. (AZ)