Gudang SMKN 1 Winongan Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta
WINONGAN, Suarabangilmedia.com – Peristiwa kebakaran melanda SMKN 1 Winongan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/9/2025) dini hari. Api melalap gudang penyimpanan barang sekolah dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp200 juta.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, dua penjaga sekolah yang sedang bertugas, Andik (30) dan Wahyu (35), melihat asap mengepul dari arah gudang. Andik yang pertama kali menyadari segera memeriksa dan mendapati api sudah berkobar. Warga sekitar pun dipanggil untuk membantu memadamkan api sambil menunggu tim pemadam kebakaran tiba.
Tiga jam kemudian, sekitar pukul 04.00, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas damkar Kabupaten Pasuruan. “Api bisa dipadamkan sekitar subuh tadi, lalu dilanjutkan pembasahan,” ujar Misdi, staf humas SMKN 1 Winongan.
Gudang berukuran 8 x 8 meter itu rusak parah. Separo atap ambruk, sementara sisanya menghitam karena asap tebal. Dua pintu dan satu jendela juga hangus terbakar. Barang-barang yang disimpan, mulai dari komputer, printer, mebel, dokumen, hingga peralatan kantor, sebagian besar ludes.
Meski begitu, sejumlah alat tulis masih bisa diselamatkan dengan dipindahkan ke ruang lain. “Gudang itu memang difungsikan untuk penyimpanan barang sekolah. Jadi kerugiannya besar karena barang dan bangunan harus diperbaiki,” lanjut Misdi.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Petugas PLN langsung mengecek aliran listrik dan kabel di gudang yang dianggap menjadi sumber percikan api.
Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin membenarkan insiden ini. “Tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya kerugian materiil yang cukup besar. Untuk penyebab pasti masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.
Meski kebakaran meludeskan gudang, kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Winongan tetap berjalan normal. “Kelas tidak terdampak. Jadi aktivitas sekolah tetap seperti biasa,” tegas Misdi.
Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Mereka berharap ada anggaran darurat untuk memperbaiki gudang yang rusak, mengingat fungsinya vital sebagai tempat penyimpanan barang sekolah. (*)