Panen Raya Cabai Tosari: 200 Kg/Panen, Harga Rp30-60 Ribu
Tosari | Suarabangilmedia.com – Awal kemarau tiba. Petani cabai Tosari Pasuruan tersenyum lebar. Pasalnya, panen raya cabai sedang berlangsung. Harga jualnya pun tinggi.
Edy Wiyono adalah salah satu petani cabai di Dusun Purwono, Desa Baledono. Ia memiliki lahan 0,5 hektar. Di lahan itu tumbuh 5.000 tanaman cabai merah besar.
“Satu batang tanaman cabai bisa menghasilkan setengah kilogram cabai,” kata Edy, Rabu (6/5/2026). Artinya, dalam sekali panen, Edy bisa mengumpulkan 200 kilogram cabai. Atau setara 2 kwintal.
Edy tidak perlu repot menjual ke pasar. Para tengkulak sudah menunggu di kebun. Harga jual dari petani ke tengkulak mencapai Rp30.000 per kilogram.
“Kalau dijual di pasar ya bisa antara 50 ribu sampai 60 ribu per satu kilogram,” imbuh Edy. Selisih harga ini lumayan. Namun petani tetap bersyukur karena panen melimpah.
Edy tidak serta-merta sukses. Ada tantangan besar di balik panen raya ini. Hama thrips menjadi momok bagi petani cabai. Hama ini menyebabkan daun mengeriting, berubah warna jadi coklat tembaga, dan tanaman menjadi kerdil.
Edy punya cara jitu mengatasinya. Ia menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin untuk thrips dan tungau. Untuk kutu kebul, Edy pakai insektisida sistemik. “Kadang kami juga menggunakan perangkap kuning berperekat (yellow trap) untuk kutu-kutuan,” tegas Edy.
Kepala Desa Baledono, Mas Prapto, buka suara. Hampir seluruh warga desanya berprofesi sebagai petani. Mereka tak hanya menanam cabai, tetapi juga tomat, bawang prei, lobak, brokoli, hingga kubis.
“Kurang lebih sekitar 500 petani, dan mereka terus bertahan sampai sekarang,” terang Mas Prapto. Hasil pertanian ini jadi tulang punggung ekonomi keluarga. Panen raya di awal kemarau jadi berkah tersendiri bagi petani Tosari Pasuruan. (HS)