September 16, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Target Akhir Pekan, 25 PKL Pasar Besar Pasuruan Direlokasi ke Kios Porselen

0
disterilkan-pedagang-kaki-lima-pkl-yang-masih-menggelar-lapak-dagangannya-di-kawasan-sisi-barat-pasar-besar-kota-pasuruan-fahrizal-firmaniradar-bromo-d9rT1

Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Pemerintah Kota Pasuruan mulai merelokasi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sisi barat pintu masuk Pasar Besar. Targetnya, seluruh proses pemindahan rampung pada akhir pekan ini agar kawasan tersebut steril dari aktivitas pedagang jalanan.

Kepala UPT Pasar pada Disperindag Kota Pasuruan, Agus Setyono, mengungkapkan kebijakan ini menyasar sedikitnya 25 PKL. Mereka akan dipindahkan ke area kios porselen yang dinilai lebih representatif.

Proses penataan ini sebenarnya sudah dimulai sejak bulan lalu dengan pembongkaran lapak semipermanen milik para pedagang. Kini, relokasi mulai berjalan secara bertahap sepanjang pekan ini.

“Relokasi PKL sudah mulai berjalan sejak pekan ini. Target kami, akhir pekan ini lokasi yang lama sudah bersih dan steril,” tegas Agus.

Sebelum kebijakan ini diterapkan, Pemkot Pasuruan mengaku telah berulang kali melakukan sosialisasi secara persuasif kepada para pedagang. Pendekatan humanis terus dikedepankan agar proses relokasi berjalan lancar.

Agus menambahkan, pada dasarnya para pedagang menyetujui rencana pemindahan tersebut. Namun, mereka sempat meminta kompensasi waktu agar relokasi baru dilaksanakan setelah perayaan Maulid Nabi selesai.

Meski mengedepankan komunikasi yang humanis, Pemkot Pasuruan tetap akan bersikap tegas demi menegakkan ketertiban umum. Penertiban kawasan Pasar Besar dinilai penting untuk kenyamanan pengunjung dan kelancaran akses masuk pasar.

Dengan rampungnya relokasi ini, kawasan pintu masuk Pasar Besar diharapkan bebas dari kesemrawutan dan lebih tertata rapi. Pemkot Pasuruan pun optimistis target akhir pekan dapat tercapai sesuai jadwal yang ditentukan. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *