Longsor Ambrolkan Plengsengan Jembatan di Desa Cowek, Purwodadi
Purwodadi, Suarabangilmedia.com – Pada Minggu sore, 26 Januari 2025, terjadi longsor di Dusun Krajan, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Insiden ini menyebabkan plengsengan jembatan di wilayah tersebut ambrol setelah diterjang hujan lebat. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan antar dusun.
Kepala Desa Cowek, M. Sofii, menjelaskan bahwa plengsengan yang ambrol tersebut memiliki panjang sekitar 7 meter dan ketinggian mencapai 4 meter. Plengsengan tersebut berfungsi sebagai penghubung utama antar dusun, sehingga kerusakan ini dapat memengaruhi aksesibilitas warga setempat. “Harapan kami, agar segera diperbaiki, supaya tidak membahayakan dan memperparah kondisi,” ungkapnya.
Menurut Sofii, insiden ambrolnya plengsengan ini terjadi bersamaan dengan turunnya hujan deras yang melanda wilayah tersebut. Kejadian ini memicu kekhawatiran warga karena akses utama ke beberapa dusun terganggu. Kepala Desa berharap agar ada penanganan segera dari pihak terkait untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian serupa.
Sementara itu, Sugiarto, warga Dusun Krajan yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, turut memberikan tanggapan terkait insiden ini. Ia menyebutkan bahwa plengsengan yang ambrol tersebut merupakan bangunan baru, yang sebelumnya telah diperbaiki pada tahun 2023 menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
βBangunan ini baru dibangun pada 2023 dan sudah ambrol lagi. Kami menilai kualitas bangunannya kurang maksimal, padahal baru genap dua tahun dibangun,β kata Sugiarto. Ia menilai bahwa perlu ada evaluasi lebih lanjut terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Terkait dengan insiden ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait longsor dan kerusakan plengsengan. βKami sudah melakukan inventarisasi dan asesmen terhadap kondisi di lapangan serta melakukan tindakan darurat,β ujar Sugeng.
BPBD Kabupaten Pasuruan, menurut Sugeng, juga telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut. Langkah-langkah darurat dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi ancaman yang dapat membahayakan warga sekitar. Sugeng menambahkan bahwa tim BPBD akan terus memantau situasi untuk mengurangi dampak buruk yang lebih besar.
Kerusakan yang terjadi pada plengsengan jembatan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, mengingat pentingnya infrastruktur tersebut bagi kelancaran transportasi dan mobilitas warga di Desa Cowek. Pihak desa dan warga berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk memperbaiki plengsengan yang ambrol dan mencegah terjadinya kecelakaan lebih lanjut.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Hujan deras yang turun dalam intensitas tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut jika tidak segera ditangani.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui dinas terkait diharapkan dapat segera merespons kejadian ini dengan tindakan yang tepat, baik dalam perbaikan infrastruktur maupun dalam evaluasi kualitas pembangunan yang telah dilakukan. Dengan demikian, kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang dan masyarakat dapat kembali merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. (SantokSB)