Pemasangan Speedbump di Kalitengah Pandaan Sorotan Usai Kecelakaan Maut
Pandaan, Suarabangilmedia.com – Pemasangan speedbump atau pita kejut di jalan raya Kalitengah, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah terjadi kecelakaan maut. Kecelakaan ini melibatkan seorang nenek bernama Nati, 64, yang jatuh dari motor saat berangkat ke pasar, dan akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban yang berasal dari Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, ini sedang naik ojek yang dikendarai oleh M. Ali Musafak, 62, dengan tujuan Pasar Pandaan. Sesampainya di lokasi jalan yang baru dipasang speedbump, motor yang mereka tumpangi diduga melintasi pita kejut yang tingginya lebih dari sebelumnya, sehingga motor sempat oleng dan korban jatuh dari boncengan.
Menurut Kapolsek Pandaan, Kompol Bambang Sucahyono, meskipun kecelakaan tersebut terjadi setelah melintasi speedbump, insiden itu tidak disebabkan oleh pita kejut tersebut. “Kecelakaan ini bukan karena speedbump, tetapi karena tukang ojeknya yang menabrak barikade yang dipasang di sebelah selatan sebelum lokasi speedbump,” jelas Bambang.
Setelah terjatuh, korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, nyawa Nati tidak tertolong akibat luka-luka serius di bagian kepala. Pihak keluarga korban menolak agar jenazahnya divisum atau diotopsi. Akhirnya, jasad korban dibawa pulang dan dimakamkan.
Keberadaan speedbump di jalan raya Kalitengah memang telah menjadi perhatian publik, karena dinilai terlalu tinggi. Beberapa pengendara motor yang melintas di tempat tersebut juga dilaporkan jatuh. Kapolsek Bambang menjelaskan bahwa tinggi speedbump tersebut mencapai 4,5 sentimeter, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 2 sentimeter. Pekerjaan pemasangan speedbump tersebut dimulai pada Sabtu (25/1), dengan tujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Speedbump ini sudah dicat, tetapi pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Selanjutnya akan dipasang oprit agar kendaraan bisa melintas lebih lancar. Kami berharap pada Senin ini (27/1) sudah selesai, namun karena arus padat dan hujan, kemungkinan baru selesai hari ini (28/1),” tambah Bambang.
Selain itu, rencana pemasangan rambu-rambu penanda keberadaan speedbump juga akan segera dilakukan. Hal ini bertujuan agar pengguna jalan lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas. “Keluhan dari pengguna jalan tetap kami perhatikan. Keberadaan speedbump ini tentunya akan tetap dievaluasi,” ujarnya.
Salah seorang warga setempat, Faiz, 42, menyatakan bahwa pemasangan speedbump di lokasi tersebut berhasil mengurangi intensitas balap liar yang sebelumnya sering terjadi. Balap liar di jalan raya Kalitengah memang telah mengganggu ketentraman warga sekitar dan membahayakan pengguna jalan lainnya. “Keberadaan speedbump sangat membantu dalam menurunkan intensitas balap liar,” ujar Faiz.
Sebagai masukan, Faiz menyarankan agar ketebalan speedbump dikurangi sedikit jika dianggap terlalu tinggi atau dibuat hanya satu biji saja per lajur untuk menghindari gangguan dan potensi kecelakaan bagi pengguna jalan. “Mungkin bisa dibuat satu saja di setiap lajur supaya tidak terlalu mengganggu,” tambahnya.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap infrastruktur lalu lintas, terutama dalam hal pemasangan fasilitas keselamatan seperti speedbump. Diharapkan ke depannya, pemasangan speedbump dan penanganan jalan raya di wilayah tersebut dapat lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan tanpa mengurangi efektivitas fungsinya. (SantokSB)