Bom Molotov di Pandaan: Pelaku Kesal Gagal Demo, Polisi Pastikan Aksi Tunggal
PANDAAN, Suarabangilmedia.com – Suasana Pandaan sempat mencekam Senin dini hari (1/9). Poslantas Polsek Pandaan, yang berada di jalur utama Malang–Surabaya, tiba-tiba dilempar bom molotov oleh seorang pria misterius.
Beruntung, api tidak sempat meluas. Hanya dinding kantor yang hangus terbakar. Namun aksi ini langsung memicu perhatian aparat, hingga akhirnya polisi berhasil menangkap pelakunya tak lama setelah kejadian.
Pelaku diketahui bernama JR (26), warga Petungasri, Pandaan. Ia kini ditahan di Mapolres Pasuruan dan ditetapkan sebagai tersangka. JR dijerat Pasal 187 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Daffa Sava Pradana, mengungkapkan aksi itu sepenuhnya direncanakan JR seorang diri. “Malam sebelumnya sudah disiapkan, paginya langsung dilakukan. Hanya dua molotov yang dibuat dari botol bekas air mineral berisi bensin,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, JR mengaku kesal terhadap DPR. Ia bahkan berencana ikut demo di Jakarta, namun gagal. Frustrasi itu dilampiaskan dengan pelemparan molotov di Pandaan.
“Dia mengaku hanya ikut-ikutan, emosional, dan ingin melampiaskan kekesalan,” imbuh Daffa.
Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, menegaskan aksi tersebut terekam CCTV di sekitar lokasi. “Terlihat jelas pelaku melempar dua kali. Api sempat menyambar, tapi tidak menimbulkan kerusakan besar,” kata Adimas.
JR sendiri dikenal sebagai pekerja serabutan. Ia sering berganti pekerjaan, mulai dari bartender hingga barista. Polisi memastikan tidak ada indikasi ia terhubung dengan jaringan tertentu. “Aksi ini murni inisiatif pribadi,” tegas Adimas.
Polisi kini mendalami latar belakang JR, termasuk aktivitas dan lingkaran pergaulannya. Meski begitu, aparat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan. (*)