Kemiskinan di Kabupaten Pasuruan Turun Hampir 12 Poin dalam 20 Tahun
BANGIL, Suarabangilmedia.com – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pasuruan menunjukkan hasil nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam kurun Maret 2005 hingga Maret 2025 jumlah penduduk miskin berkurang 146,67 ribu jiwa, atau rata-rata menurun 7,33 ribu jiwa setiap tahun.
Jika pada 2005 tercatat 285,10 ribu jiwa (20,16 persen), kini jumlahnya tinggal 138,43 ribu jiwa atau 8,21 persen. Artinya, dalam dua dekade terakhir angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 11,95 poin.
Khusus periode terbaru, 2024–2025, jumlah penduduk miskin kembali menurun sebesar 6,41 ribu jiwa. Persentasenya ikut turun dari 8,63 persen menjadi 8,21 persen.
Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, Arif Joko, menyebut capaian ini positif. “Penurunan ini menunjukkan arah pembangunan di Kabupaten Pasuruan bergerak ke jalur yang benar. Tantangannya adalah menjaga tren ini tetap konsisten,” ujarnya.
BPS menjelaskan, kategori miskin ditentukan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan yang berada di bawah garis kemiskinan. Pada Maret 2025, garis kemiskinan tercatat Rp 464.861 per kapita per bulan, naik 3,28 persen dari Rp 450.088 pada 2024.
Tak hanya jumlah dan persentase, indikator kualitas juga ikut membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,09 menjadi 0,80, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun dari 0,21 menjadi 0,15.
“Artinya, rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan, dan kesenjangan antarpenduduk miskin semakin kecil. Jadi bukan sekadar jumlahnya yang berkurang, tapi kualitas hidup mereka pun berangsur membaik,” tutur Arif. (*)