Pencari Barang Bekas Tewas Tertabrak KA Penataran di Sukorejo
SUKOREJO, Suarabangilmedia.com — Seorang warga Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, bernama Basuki Rahmat (65), meninggal dunia setelah tertabrak kereta api Penataran pada Selasa pagi (14/10). Korban tewas di lokasi setelah tubuhnya terpental beberapa meter akibat benturan keras dengan kereta.
Peristiwa tragis itu terjadi di perlintasan rel KM 14+300, Desa Mojotengah, Kecamatan Sukorejo, sekitar pukul 09.30. Saat kejadian, korban diketahui tengah duduk di bantalan rel tanpa menyadari datangnya kereta api dari arah Surabaya menuju Malang.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan bahwa sebelum tabrakan, masinis kereta Penataran bernomor 427, M. Nurus, sudah berupaya memperingatkan korban dengan membunyikan klakson berkali-kali. Namun, korban tidak bereaksi.
“Masinis sudah memberi tanda peringatan, tapi korban tidak mendengar. Tabrakan pun tak terhindarkan. Korban terpental sekitar lima meter dan meninggal di tempat,” ujar Joko, Selasa (14/10).
Setelah insiden itu, KA Penataran sempat berhenti di Stasiun Sukorejo untuk melaporkan kejadian kepada petugas, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut segera menghubungi aparat desa dan kepolisian.
Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Sukorejo tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Bangil.
Kepala Desa Lecari, Didik Sugiarto, membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas. “Biasanya beliau berjalan mencari rongsokan di sekitar desa. Menurut keluarga, pendengaran korban memang sudah berkurang,” tutur Didik.
Ia menambahkan, korban sempat berpamitan keluar rumah pagi itu untuk mencari barang bekas seperti biasanya, sebelum akhirnya ditemukan meninggal di perlintasan rel. (*)