Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Tragis, Nenek di Grati Tewas di Tangan Cucu Sendiri

0
ft-nenek-tewas-dalam-sumur-3053138514

GRATI, Suarabangilmedia.com — Warga Desa Kedawungwetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang nenek berinisial Ng (64) di dalam sumur rumahnya sendiri, Minggu (5/10/2025) malam. Tragisnya, korban diduga tewas di tangan cucunya sendiri, MA (17).

Keluarga dan tetangga tak menyangka, Ng yang dikenal pendiam dan hidup sendirian di rumahnya, ditemukan meninggal dengan cara mengenaskan. Awalnya, keluarga mengira sang nenek hanya tersesat karena sudah lanjut usia dan mengalami gangguan penglihatan serta pendengaran.

“Emak memang sudah tidak bisa melihat dan mendengar dengan jelas. Biasanya malam hari beliau sudah mematikan lampu dan mengunci pintu,” tutur Khoiron (35), anak bungsu korban.

Kecurigaan muncul ketika anak pertama korban, yang tinggal di belakang rumahnya, pulang sekitar pukul 22.00 dan mendapati lampu rumah masih menyala sementara pintu tidak terkunci. Saat diperiksa, korban tidak ada di dalam rumah.

Keluarga sempat mencari ke berbagai tempat. Khoiron kemudian menghubungi keponakannya, MA — cucu korban — yang diketahui sempat datang ke rumah sang nenek bersama istrinya pada sore hari sekitar pukul 16.00. Namun, MA tidak memberi jawaban jelas dan hanya mengatakan dirinya sedang berziarah ke makam kakeknya.

Tak lama setelah itu, kesaksian seorang tetangga memberi petunjuk penting. Ia mengaku sempat mendengar korban menangis sekitar pukul 17.00, lalu terdengar suara seperti orang menyapu lantai basah dan tak lama kemudian terdengar tutup sumur dibuka serta bunyi benda jatuh ke dalam air.

“Tetangga Emak sempat tanya ke MA, kenapa nenekmu nangis? Tapi dia bilang tidak ada apa-apa,” ungkap Khoiron.

Kecurigaan semakin kuat setelah anak pertama korban menemukan bercak darah di kamar mandi. Sekitar pukul 24.00, keluarga kemudian memeriksa sumur di belakang rumah dan mendapati tubuh korban berada di dasar sumur sedalam 15 meter.

Temuan itu langsung dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Grati, yang kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk proses evakuasi jenazah.

Khoiron mengaku sempat kembali menghubungi MA dan meminta datang ke rumah. Sekitar pukul 03.00 dini hari, MA datang bersama istrinya dan ibunya. Saat diinterogasi keluarga, remaja itu akhirnya mengaku telah memukul sang nenek menggunakan palu yang ada di dapur.

“Dia mengaku memukul mbahnya sendiri. Saya sempat tidak percaya karena mereka selama ini terlihat dekat,” ujar Khoiron dengan nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menunggu kedatangan jenazah korban dari RS Bhayangkara Porong, serta kehadiran ayah pelaku yang bekerja di Bali. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami