Home Industry Penggorengan Tahu di Pohjentrek Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
POHJENTREK, Suarabangilmedia.com – Warga Dusun Plugon, Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, digegerkan kebakaran yang melanda sebuah bangunan home industry penggorengan tahu milik Sudarius, 67 tahun, Jumat (31/10) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, seluruh perabotan di dalam bangunan hangus terbakar, namun surat-surat penting berhasil diselamatkan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Beberapa warga melihat kobaran api yang cukup besar muncul dari bagian belakang rumah korban, tepatnya di area dapur tempat usaha penggorengan tahu beroperasi. Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik pada meteran yang terpasang di dapur.
Teriakan minta tolong dari korban membuat warga sekitar segera berhamburan keluar rumah. Tiga warga, masing-masing Chamida (61), Jainul Abidin (40), dan Mukhil Aman (35), menjadi saksi pertama yang melihat peristiwa tersebut. Mereka langsung berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil meminta bantuan warga lain.
“Ketiga saksi berusaha memadamkan api serta melaporkan kejadian itu kepada kepala desa, pihak Polsek, dan Damkar pada pukul 00.33,” terang Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Iptu Mintarta.
Petugas piket SPKT Polsek Pohjentrek segera datang ke lokasi, disusul tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Pasuruan yang langsung melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 02.50 WIB setelah petugas dan warga bekerja keras memadamkannya.
Menurut Mintarta, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejumlah dokumen dan surat-surat penting berhasil diselamatkan dari kobaran api. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta.
Ia menambahkan, kebakaran ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap instalasi listrik, terutama di area dapur atau tempat usaha rumahan yang menggunakan banyak peralatan listrik.
“Kami mengimbau warga memastikan kondisi kabel dan meteran listrik aman, serta tidak meninggalkan aktivitas dapur tanpa pengawasan, terutama saat malam hari,” tutup Mintarta.