77 Jemaah Haji Pasuruan Berisiko Tinggi, Dapat Pendampingan Berlapis dari Keluarga hingga Petugas
PASURUAN – Suarabangilmedia.com. Sebanyak 376 jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 6 resmi dilepas menuju Asrama Haji Sukolilo. Pelepasan berlangsung di Kompleks Perkantoran Pemkab Pasuruan di Raci, pada Rabu, 22 April 2026.
Plt Kepala Kementerian Haji Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuqi, menjelaskan bahwa kloter 6 adalah rombongan penuh pertama dari Kabupaten Pasuruan. Sebelumnya, kloter 3 dan 4 bergabung dengan daerah lain.
“Yang sudah berangkat sebelumnya kloter 3 dan 4, tergabung dengan daerah lain. Hari ini kloter 6 full jemaah Kabupaten Pasuruan. Ada 376 orang,” ujarnya.
Pemberangkatan akan terus berlanjut hingga seluruh kloter selesai. Kloter 7 dijadwalkan berangkat pada sore hari yang sama, disusul kloter 8 dan 9 pada Kamis (23/4), serta kloter 10.
“Kloter 10 tergabung dengan Kota Pasuruan,” katanya.
Dalam pemberangkatan tahun ini, perhatian khusus diberikan kepada jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti). Tercatat, ada sekitar 77 jemaah yang masuk dalam kategori tersebut.
“Yang rentan ada 77 orang. Itu karena risiko tinggi, termasuk lansia dan yang membutuhkan pendampingan,” jelas Marzuqi.
Menurutnya, pendampingan dilakukan secara berlapis. Ada tiga lapis pendampingan yang disiapkan.
Pertama, pendampingan oleh keluarga atau mahram yang ikut bersama jemaah. Kedua, pendampingan oleh petugas haji daerah (PHD). Ketiga, pendampingan dari pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Insyaallah semua akan membantu,” katanya optimis.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, yang juga turut dalam rombongan jemaah tahun ini, menyampaikan pesan khusus. Ia mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah.
“Kami berpesan kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, menjaga kebersamaan, serta mematuhi arahan petugas agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” ujarnya.(*)