Scoopy Hilang Kendali di Tikunan Tajam Kedungcangkring Gempol, Remaja 19 Tahun Alami Patah Tulang Tangan Kiri
Gempol | Suarabangilmedia.com – Suasana Minggu (26/4) malam yang tenang di ruas jalan Kedungcangkring-Gempol, Kabupaten Pasuruan, mendadak pecah oleh suara benturan keras. Wahyu Dwi Nur Cahyono (19), seorang remaja asal Kecamatan Gempol, harus dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor Honda Scoopy miliknya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di salah satu tikungan tajam wilayah Kedungcangkring. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Wahyu saat itu tengah melaju seorang diri. Ia mengendarai motor bernopol N 4290 TEV dari arah timur menuju barat.
Saat tiba di ruas jalan yang terkenal dengan tikungan tajamnya, konsentrasi Wahyu diduga menurun drastis. Alih-alih mengikuti lekukan jalan dengan sempurna, motor Scoopy yang dikendarainya justru kehilangan kendali. Ban motor tersebut terpeleset di permukaan aspal yang kemungkinan licin.
“Korban melintas di jalan menikung, namun diduga kurang mengantisipasi keadaan jalan. Akhirnya kendaraan terpeleset dan korban jatuh ke aspal,” terang Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno. Jatuhnya korban cukup keras karena motor masih melaju dengan kecepatan sedang saat keluar dari jalur.
Akibat benturan keras tersebut, Wahyu mengalami luka yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Ia menderita luka lecet di kedua kaki serta tangan kanannya. Namun, cedera paling parah dilaporkan berada pada tangan kirinya.
Tangan kiri remaja 19 tahun itu dilaporkan mengalami patah tulang akibat menahan beban tubuh saat terjatuh. Tim medis yang datang ke lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian langsung melakukan olah TKP. Mereka mengamankan sepeda motor Honda Scoopy milik korban yang masih tergeletak di pinggir jalan. Kendaraan tersebut tampak ringsek pada bagian samping akibat benturan dengan aspal.
Kasi Humas Polres Pasuruan mengimbau para pengendara, terutama yang melintas di jalur Kedungcangkring-Gempol, untuk lebih berhati-hati. Jalur ini dikenal memiliki beberapa tikungan tajam yang berbahaya, terutama saat malam hari. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan fokus saat melewati jalur tersebut.
Kecelakaan tunggal ini menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang menikung tajam dan minim penerangan di malam hari harus diantisipasi dengan kecepatan rendah. Keselamatan di jalan adalah hal utama yang tidak boleh dikorbankan demi sesaat. (HS)