5 Siswa Mual usai Minum Susu MBG, SPPG Martopuro 2 Ditutup
Purwosari | Suarabangilmedia.com – Insiden lima siswa SDN Purwosari 1 mengalami mual-mual dan muntah usai mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (18/5/2026) berbuntut panjang.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Martopuro 2 yang mendistribusikan susu MBG ke sekolah-sekolah di Purwosari, Kabupaten Pasuruan, resmi ditutup sementara. Penghentian operasional mulai berlaku pada Selasa (19/5/2026).
Basuni, penanggung jawab SPPG Martopuro 2, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut. “Pasca kejadian, operasional SPPG-nya berhenti sementara. Kami menunggu informasi dan arahan dari Balai Gizi Nasional (BGN),” ujarnya.
SPPG Martopuro 2 akan beroperasi lagi setelah ada petunjuk resmi dari BGN. Tidak ada keputusan kapan layanan akan dibuka kembali.
SPPG Martopuro 2 telah beroperasi sejak 13 April 2026. Selama satu bulan lebih, lembaga ini melayani 19 sekolah dengan total 1.904 siswa. Sebanyak 47 pekerja terlibat dalam operasional SPPG ini.
Susu MBG yang didistribusikan berasal dari pabrik di Singosari, Kabupaten Malang. Susu tersebut merupakan susu murni dalam kemasan cup yang disterilkan, dan didistribusikan setiap pagi.
Basuni menegaskan bahwa susu yang diberikan masih fresh dan tidak kedaluwarsa. Pihaknya juga memastikan bahwa kondisi siswa penerima susu MBG di sekolah lain dalam keadaan aman.
Hanya siswa SDN Purwosari 1 yang melaporkan gejala mual dan muntah. Dugaan sementara, ada faktor individual pada siswa yang bersangkutan, bukan karena kualitas susu secara keseluruhan.
BGN kini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini. Sampai hasil investigasi keluar, SPPG Martopuro 2 masih belum diizinkan beroperasi. (HS)