Tanggul Welang Pohjentrek Jebol, Belum Sebulan Selesai Rehab
Pohjentrek | Suarabangilmedia.com – Air bah melanda sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan pada Selasa malam (19/5/2026). Penyebab utamanya adalah ambrolnya pembatas aliran Sungai Welang di Dusun Suko, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek. Kondisi ini semakin ironis karena bangunan pengaman tersebut baru saja diperbaiki dan belum genap satu bulan usai pengerjaannya.
Tanggul darurat dari timbunan bronjong dan karung sandbag berisi tanah itu tidak mampu menahan derasnya aliran air. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tanggul jebol sekitar pukul 22.00 WIB. Panjang jebolan mencapai lebih dari 10 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter dari bantaran sungai.
Begitu tanggul ambrol, air Sungai Welang yang meluap langsung menerjang permukiman warga di Dusun Duyo dan Dusun Suko. Air kemudian bergerak cepat ke arah utara hingga merambah wilayah Kota Pasuruan dan jalur pantura.
Material sampah dan endapan lumpur ikut terbawa arus sungai yang deras. Tumpukan sampah dan lumpur kini menumpuk di sejumlah titik permukiman warga. Ahmad Gofar (60) , warga Dusun Suko, menjelaskan bahwa tanggul yang jebol itu bukanlah tanggul permanen.
“Baru selesai dibuat sekitar sebulanan lalu. Tapi itu tanggul darurat dari bronjong sama sandbag isi tanah,” ujarnya. “Air langsung masuk deras ke kampung,” kata Gofar menggambarkan betapa cepatnya air merendam permukiman.
Kualitas tanggul darurat ini memang tidak sekuat tanggul permanen yang dibangun dari beton. Begitu air sungai naik, bronjong dan sandbag tidak mampu menahan beban. Warga sekitar terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebagian lainnya memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. Kerugian materiil akibat banjir ini diperkirakan cukup besar, mengingat air merendam puluhan rumah.
Pemerintah daerah kini tengah mendata kerusakan dan kebutuhan warga yang terdampak. BPBD Kabupaten Pasuruan telah mengirimkan bantuan logistik serta tim evakuasi. Dapur umum juga didirikan untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.
Tanggul darurat yang jebol ini rencananya akan segera diperbaiki. Namun warga berharap pemerintah membangun tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang. Pasalnya, banjir bandang akibat luapan Kali Welang sudah sering terjadi setiap musim hujan. Pembangunan tanggul permanen dari beton memang membutuhkan biaya besar dan waktu lebih lama, namun investasi ini akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Warga berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang merugikan masyarakat. (HS)