Jalan Rusak Parah di Watuprapat Nguling, Warga Mengeluh
Nguling | Suarabangilmedia.com – Rasa kecewa menyelimuti warga Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Akses utama desa sepanjang tiga kilometer dilaporkan telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Ironisnya, tidak ada perbaikan berarti dari pemerintah kabupaten selama periode tersebut.
Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi dan mobilitas warga ini kini berubah menjadi jalur berbahaya. Kondisi permukaan jalan tidak lagi rata. Lubang-lubang dalam mendominasi sepanjang ruas jalan, mengancam keselamatan pengendara setiap saat.
Hermanto (36) , warga setempat, meluapkan kekesalannya. “Kami merasa dianaktirikan. Desa-desa lain jalannya sudah mulus, sementara di sini seolah terlupakan,” keluhnya. Perasaan tidak diperhatikan ini semakin membakar kekecewaan warga yang telah lama bersabar.
Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kerusakan kendaraan. Lebih dari itu, kondisi ini juga melukai harga diri warga saat ada tamu yang berkunjung. “Jujur kami malu, akses ke desa sendiri kondisinya memprihatinkan,” tambah Hermanto.
Kepala Desa Watuprapat, Mariyono, mengungkapkan fakta mengejutkan. Pengaspalan terakhir di wilayah ini dilakukan pada tahun 2008 silam. Artinya, sudah 18 tahun jalan tersebut tidak pernah mendapatkan perbaikan layak.
Musim hujan menjadi momok tersendiri bagi pengguna jalan. Lubang-lubang yang menganga tertutup genangan air, tidak terlihat oleh pengendara. Jalan juga menjadi licin, meningkatkan risiko kecelakaan. Beberapa warga dilaporkan sudah menjadi korban akibat kondisi jalan ini.
Akses jalan yang rusak parah sangat mengganggu aktivitas ekonomi warga. Petani kesulitan mengangkut hasil panen. Pedagang enggan masuk ke desa karena jalan rusak. Harga kebutuhan pokok pun ikut melonjak karena biaya transportasi yang tinggi.
Warga Watuprapat sebenarnya sudah berulang kali mengadu ke pemerintah desa, bahkan ke tingkat kecamatan. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang berarti. Janji perbaikan selalu bergulir tanpa kepastian.
Nasib berbeda dialami desa-desa tetangga. Beberapa wilayah di Kecamatan Nguling lainnya sudah menikmati jalan mulus berkat program pembangunan infrastruktur. Kondisi ini semakin mempertebal anggapan bahwa Watuprapat diabaikan.
Padahal, Desa Watuprapat memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Lahan pertaniannya subur, hasil bumi melimpah. Sayang, potensi ini tidak bisa dimaksimalkan karena akses jalan yang buruk.
Warga berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan. Perbaikan jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut harga diri dan masa depan desa. Tanpa jalan yang layak, Watuprapat akan terus tertinggal.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas PU dikabarkan sudah merancang program perbaikan untuk jalan Watuprapat. Warga berharap janji ini tidak sekadar wacana. Mereka menanti bukti nyata berupa alat berat dan pekerja yang mulai bekerja di lokasi. (HS)