May 14, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Lomba Mendongeng Pasuruan Bikin Kagum Bunda Literasi

0
Untitled

Bangil | Suarabangilmedia.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan terus berinovasi meningkatkan literasi anak. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui story telling atau mendongeng. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan pada Rabu (13/5/2026).

Puluhan pelajar SMP/Mts perwakilan 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan mengikuti Lomba Mendongeng. Mereka diadu untuk menyampaikan cerita rakyat yang ada di Kabupaten Pasuruan. Penilaian meliputi intonasi, artikulasi, dan ekspresi di hadapan dewan juri.

Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, tampak kagum dengan kemampuan para peserta. “Ternyata kalau sudah mendongeng itu semua bagian tubuh ikut bicara. Mulai mata, tangan, ekspresi wajah semuanya hidup dan harus menyatu. Jadi pesannya nyampek ke kita yang melihatnya,” ungkapnya.

Menurut Merita, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan antar SMP dari 24 kecamatan. Esensi lomba mendongeng yang sebenarnya adalah menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda. Anak-anak diajak tetap membuka buku yang menjadi jendela dunia.

Melalui lomba ini, anak-anak membaca, memahami, dan bercerita dari buku yang mereka baca sebelumnya. Proses ini melatih pemahaman sekaligus keberanian berbicara di depan umum. “Inilah kebiasaan yang harus terus kita dengungkan ke anak-anak agar tidak kalah dengan gadget yang semakin membuat kita lupa segalanya,” tegas Merita.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, menjelaskan detail kegiatan. Total ada 24 peserta yang mengikuti lomba mendongeng antar pelajar SLTP sederajat. Setiap kecamatan mengirimkan satu wakil terbaiknya.

Tujuan digelarnya lomba mendongeng tak lain untuk membentuk karakter anak. Cara ini efektif menstimulasi keterampilan bahasa anak. Selain itu, mendongeng juga mengajarkan sikap dan perilaku dalam menanamkan nilai budaya yang baik.

“Ini sangat baik, sebab terbukti memberikan ruang agar mereka memiliki keberanian berbicara atau bercerita di depan orang banyak agar pesan dapat tersampaikan,” imbuh Heru. Keberanian berbicara adalah modal penting bagi generasi muda.

Lomba mendongeng juga menjadi ajang pelestarian cerita rakyat Kabupaten Pasuruan. Banyak cerita lokal yang mulai terlupakan karena tergerus budaya asing. Lewat lomba ini, generasi muda diajak mengenal dan mencintai cerita daerahnya sendiri.

Peserta lomba harus menggali cerita rakyat dari daerah masing-masing. Mereka kemudian mengemasnya dalam bahasa yang menarik dan mudah dipahami. Proses ini melatih kreativitas sekaligus rasa memiliki terhadap budaya lokal.

Para dewan juri yang hadir antara lain adalah pegiat literasi dan budayawan Kabupaten Pasuruan. Penilaian tidak hanya berdasarkan teknik mendongeng, tetapi juga pemilihan cerita yang sesuai dengan usia peserta. Peserta terbaik akan mendapat penghargaan dan sertifikat.

Kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut secara rutin. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berencana menggelar lomba sejenis dengan skala lebih besar. Literasi harus terus digelorakan agar generasi muda tidak buta akan buku dan ilmu pengetahuan. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *