Stasiun Rejoso dan Grati Kembali Berdenyut, Harapan Baru Konektivitas Warga Pasuruan
Pasuruan – Suarabangilmedia.com – Angin segar berhembus bagi warga di jalur timur Kabupaten Pasuruan. Harapan untuk kembali menikmati layanan kereta api commuter dari dua stasiun bersejarah, Stasiun Rejoso dan Stasiun Grati, kini semakin terbuka lebar setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengaktifan kembali kedua stasiun tersebut. Keputusan ini diambil setelah melakukan survei awal yang menunjukkan adanya minat atau permintaan tinggi dari masyarakat setempat.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA, Denny Michels Adlan, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung langkah ini. “Commuter line rute Surabaya-Pasuruan-Probolinggo memang dirancang untuk mengakses stasiun-stasiun kecil yang berada di wilayah jangkauannya,” ujarnya.
Meski dukungan telah diberikan, proses menuju pengoperasian penuh masih memerlukan serangkaian kajian mendalam. DJKA bersama operator akan meneliti secara komprehensif apakah kedua stasiun itu layak secara teknis dan operasional untuk menjadi pemberhentian resmi commuter line.
Dalam proses ini, PT Kereta Commuter Indonesia memegang peranan krusial. Operator kereta commuter tersebut harus memastikan seluruh persyaratan sesuai Standar Pelayanan Minimal dapat dipenuhi sebelum layanan dibuka untuk publik.
Standar pelayanan itu tidak hanya mencakup ketersediaan fasilitas fisik di stasiun. Namun juga kesiapan sumber daya manusia yang akan memberikan pelayanan optimal kepada para penumpang.
Respons positif masyarakat disebut sebagai modal awal yang sangat penting bagi kelancaran rencana ini. Antusiasme warga menunjukkan betapa besar kebutuhan akan akses transportasi publik yang terjangkau dan efisien di kawasan tersebut.
Jika semua kajian dan persyaratan terpenuhi, pengaktifan Stasiun Rejoso dan Grati akan menjadi langkah signifikan. Konektivitas antarwilayah di jalur timur Kabupaten Pasuruan akan semakin terhubung dengan kota-kota besar di sekitarnya.
Harapan itu kini menggantung di benak warga. Mereka menanti kepastian dari kajian yang sedang berjalan agar stasiun-stasiun yang pernah sunyi itu kembali ramai dengan aktivitas naik-turun penumpang. (AZ)