Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Lini Tengah Jadi Masalah, Timnas Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi

0
library_upload_21_2025_10_996x664_timnas-indonesia-vs-_824daf4

Suarabangilmedia.com – Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dalam laga pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang digelar di Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Skuad Garuda sempat unggul lebih dulu, namun kebangkitan tuan rumah akhirnya membalikkan keadaan.

Pelatih Patrick Kluivert mencoba menjaga keseimbangan tim dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Marc Klok dan Joey Pelupessy sebagai pengatur permainan di lini tengah. Harapan untuk menguasai tempo pertandingan tidak berjalan mulus. Aliran bola sering terhenti di sektor tengah, sementara serangan Arab Saudi berhasil menembus pertahanan Indonesia tanpa hambatan berarti. Dua gol penalti Kevin Diks menjadi satu-satunya penyelamat, sedangkan Arab Saudi membalas lewat Saleh Abu Al Shamat (17’) dan dua gol Firas Al Buraikan (36’ penalti, 62’).

Permasalahan lini tengah terlihat dari performa duet Klok-Pelupessy yang kehilangan koordinasi. Mereka kesulitan membangun serangan dari belakang dan menghadirkan bola ke winger, termasuk Miliano Jonathans dan Beckham Putra, yang sering gagal menerima suplai berkualitas. Gol pertama Arab Saudi menjadi contoh nyata kelemahan ini; Klok melakukan clearance buruk yang dimanfaatkan Saleh Abu Al Shamat untuk mencetak gol.

Kluivert memilih pola double pivot dengan dua gelandang bertipe sama, namun pendekatan ini justru membuat tim kekurangan kreator murni. Kedua gelandang lebih nyaman berada di posisi bertahan, sehingga aliran bola ke depan tidak optimal. Masalah ini serupa dengan apa yang terjadi saat Indonesia kalah 1-5 dari Irak pada 2023, menandai Klok belum menemukan performa terbaiknya di level internasional.

Sejak era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia terbiasa bermain dengan tiga bek, seperti 3-4-3 atau 3-5-2, yang memungkinkan stabilitas di lini belakang sekaligus fleksibilitas di tengah. Kombinasi Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho membentuk fondasi pertahanan yang solid, sehingga gelandang bisa naik tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Beralih ke empat bek membuat lini tengah terbebani, mempersulit serangan, dan mengganggu ritme permainan.

Kekalahan ini menegaskan bahwa kontrol lini tengah menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia. Tanpa kestabilan di sektor tersebut, strategi menyerang apa pun sulit diterapkan secara efektif. Pertandingan melawan Arab Saudi menjadi pengingat pentingnya membangun ritme dari pusat permainan, karena dari sana semua aspek permainan tim dikontrol dan dikembangkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami