Rumah di Gondangwetan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Gondangwetan | Suarabangilmedia.com – Malam itu (14/5/2026), Susanto (70) sedang asyik cangkrukan di pos satpam perumahan. Lokasinya di Dusun/Desa Karangsentul, Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Tanpa disadari, rumahnya terbakar hingga ludes. Api diketahui mulai membesar sekitar pukul 20.30 WIB.
Heri Adi Susanto, seorang warga sekitar, menjadi saksi pertama yang melihat kobaran api. Api muncul dari dalam rumah korban. Saksi yang kaget langsung berlari ke pos satpam yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban.
Sesampainya di pos satpam, Heri langsung memberitahu Susanto bahwa rumahnya terbakar. Korban bersama satpam perumahan, Khoirul Umam, langsung berlari ke lokasi. Benar saja, api sudah membesar dan melahap sebagian rumah beserta isinya.
Warga sekitar yang mendengar kejadian langsung berupaya memadamkan api secara manual. Mereka menggunakan alat seadanya seperti ember dan selang air. Beberapa warga juga menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) dan Polsek Keboncandi.
Anggota piket Polsek Keboncandi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Mereka juga segera menghubungi petugas Damkar Kota dan Kabupaten Pasuruan. Koordinasi yang cepat membantu proses pemadaman.
Sekitar pukul 20.55 WIB, dua unit mobil damkar milik Pemkot Pasuruan tiba di lokasi. Satu unit mobil damkar milik Pemkab Pasuruan juga ikut dikerahkan. Pemadaman langsung dilakukan dengan sigap.
Setelah petugas bekerja keras, sekitar pukul 21.31 WIB, api berhasil dipadamkan. Petugas masih melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Warga sekitar ikut membantu mengamankan lokasi.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga milik korban ikut terbakar. Di antaranya televisi 60 inch merek Sharp beserta sound system, sofa, meja kursi, lemari, hingga sejumlah surat penting yang berada di dalam almari. Semua hangus tak bersisa.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, mengatakan dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik yang berada di ruang keluarga. Api diduga muncul dari instalasi listrik yang tidak standar atau peralatan elektronik yang overload.
Korban Susanto saat kejadian sedang asyik ngobrol dengan tetangga di pos satpam. Ia tidak menyangka rumahnya menjadi korban kebakaran. Kejadian ini mengajarkan pentingnya memeriksa instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta. Korban kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya.
Warga sekitar turut prihatin atas musibah yang menimpa Susanto. Mereka bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Penggalangan dana juga mulai dilakukan untuk meringankan beban korban.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran. Periksa secara berkala instalasi listrik di rumah. Matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Sediakan alat pemadam api ringan di rumah. (HS)