May 21, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Pencari Kerang di Pasuruan Tewas Tersambar Petir

0
ilustrasi-yTaUX

Panggungrejo | Suarabangilmedia.com – Cuaca buruk disertai hujan deras dan petir yang melanda wilayah pesisir Kota Pasuruan pada Selasa malam (19/5/2026) memakan korban jiwa.

Seorang perempuan pencari kerang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir. Lokasi kejadian berada di tepi perairan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Korban bernama Sulicha (64) , warga Jalan Jenderal S Parman Gang II RT 2/RW 5, Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat kejadian, korban bersama sejumlah warga lainnya sedang mencari kerang di kawasan pesisir perairan Ngemplakrejo.

Sejak sore sekitar pukul 15.00 WIB, korban bersama saksi Kadir dan tujuh orang lainnya berangkat menuju lokasi pencarian kerang.

Namun saat hendak kembali ke perahu pada malam hari, cuaca mendadak berubah ekstrem. Hujan deras turun disertai sambaran petir di area perairan.

Korban yang saat itu berada di sekitar lokasi diduga tersambar petir hingga terjatuh ke lumpur dan genangan air.

“Saksi sempat mencari korban karena kondisi saat itu gelap dan hujan deras. Korban ditemukan dalam posisi terjatuh tertutup lumpur dan air,” ujar Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, Edy Suseno.

Kondisi gelap dan hujan lebat membuat proses pencarian cukup sulit. Saksi dan warga lainnya harus berjuang ekstra untuk menemukan korban.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka oleh warga bersama keluarga. Jenazah Sulicha tiba di rumah sekitar pukul 23.30 WIB.

Warga setempat turut berduka atas musibah ini. Mereka mengaku kaget karena korban dikenal sebagai sosok yang rajin dan baik hati.

Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan ikhlas. Proses pemakaman dilakukan pada Rabu pagi (20/5/2026) di pemakaman setempat.

Polisi mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di laut atau pesisir saat cuaca buruk. Sambaran petir sangat berbahaya, terutama di area terbuka seperti pantai.

Hujan deras disertai petir diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta waspada dan menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat pesisir. Keselamatan jiwa lebih utama daripada mencari penghasilan saat cuaca tidak bersahabat. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *