Hujan Deras Sebabkan TPT dan Jalan Paving Ambrol di Prigen, Akses Warga Terganggu
Prigen, Suarabangilmedia.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Dusun Lumbang Krajan, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (26/1) petang, menyebabkan terjadinya longsor yang mengakibatkan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan jalan berpaving ambrol. Insiden ini mempengaruhi kandang sapi yang berada di bawahnya, serta mengganggu akses jalan utama warga setempat.
Kasi Trantib Kantor Kecamatan Prigen, Nanang Setyawan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Gerusan air yang terus-menerus menyebabkan TPT tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambrol. Material longsor yang jatuh mengarah ke kandang sapi yang ada di bawahnya, menyebabkan kerusakan pada bagian tembok kandang tersebut.
Menurut Nanang, kejadian tersebut terjadi tiba-tiba dan cukup mengagetkan warga sekitar. “Saat kejadian, warga sekitar mendengar suara gemuruh, dan ternyata jalan paving dan TPT-nya ambrol. Materialnya menimpa kandang sapi di bawahnya,” ujar Nanang. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana yang penting bagi warga.
Panjang TPT dan jalan berpaving yang ambrol mencapai 15 meter dengan ketinggian 4 meter dan lebar 2,5 meter. Kerusakan yang cukup besar ini menyebabkan terganggunya akses jalan utama yang biasa digunakan oleh sekitar 25 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut. Akses yang terputus ini membuat mobilitas warga menjadi terhambat, terutama dalam kegiatan sehari-hari mereka.
Nanang Setyawan juga mengungkapkan bahwa kerusakan pada kandang sapi cukup parah, terutama pada bagian tembok yang rusak akibat terjatuhnya material longsor. Namun, beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun dampaknya cukup terasa bagi masyarakat sekitar. “Kandang sapi yang tertimpa reruntuhan mengalami kerusakan pada bagian tembok,” tambahnya.
Setelah kejadian tersebut, pihak pemerintah setempat segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, pihak kecamatan juga telah menyampaikan laporan ke dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak agar tidak memperburuk keadaan.
Sementara itu, meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini mengingatkan pentingnya pengelolaan infrastruktur yang baik, terutama di daerah yang rawan longsor dan hujan deras. Nanang berharap kejadian serupa dapat diminimalisir dengan memperkuat konstruksi bangunan penahan tanah dan jalan, serta memberikan perhatian lebih pada kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi keberlanjutan infrastruktur.
Warga yang terdampak oleh kejadian ini diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat musim hujan. Pihak kecamatan dan desa juga terus memantau kondisi di lapangan, serta bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk penanganan darurat dan pemulihan akses yang terganggu.
Selain itu, pihak Kecamatan Prigen juga meminta agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana alam lainnya yang mungkin terjadi, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut yang cenderung rawan longsor. Upaya mitigasi bencana juga akan terus dioptimalkan untuk melindungi keselamatan warga.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang segera dilakukan, diharapkan akses warga dapat kembali normal dalam waktu singkat. Pemerintah setempat juga berkomitmen untuk memastikan bahwa kerusakan akibat bencana alam ini dapat diatasi dengan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama. (SantokSB)