Warga Protes Tanam Pisang di Jalan Rusak Wonorejo-Rembang
Wonorejo | Suarabangilmedia.com – Puncak kekesalan warga Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki akhirnya meluap. Sebagai bentuk protes, warga nekat menanam pohon pisang di tengah jalan. Jalan yang menjadi sasaran protes adalah ruas Karangasem–Rembang yang kondisinya kini menyerupai kubangan air.
Langkah menanam pohon pisang ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas. Pohon pisang yang berdiri di tengah jalan menjadi pemandangan tidak biasa. Namun, warga terpaksa melakukan cara unik ini karena rasa frustasi yang berkepanjangan.
Kerusakan parah di ruas jalan tersebut dilaporkan telah berlangsung selama tiga bulan tanpa sentuhan perbaikan dari pemerintah. Lubang-lubang dalam dan aspal yang mengelupas membuat arus lalu lintas tersendat setiap hari. Kondisi ini semakin parah saat musim hujan tiba.
Lubang-lubang besar menganga di tengah badan jalan. Air hujan menggenangi lubang-lubang tersebut sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Akibatnya, banyak pengendara yang terperosok dan mengalami kecelakaan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
“Warga sudah jenuh. Pohon pisang ini adalah penanda agar tidak ada lagi pengendara yang terperosok, karena korban sudah banyak yang berjatuhan,” ujar NS (34) , salah seorang tokoh masyarakat setempat. Kekesalan warga sudah memuncak setelah berbagai laporan tidak pernah ditanggapi serius.
Protes dengan menanam pohon pisang ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mendukung aksi protes warga karena kondisi jalan memang sangat memprihatinkan. Jalan yang rusak parah ini sebenarnya merupakan akses vital bagi mobilitas warga.
Menanggapi aksi protes tersebut, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan akhirnya buka suara. Mereka menyatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp360 juta untuk rehabilitasi ruas jalan yang rusak tersebut pada tahun ini.
Sub Koordinator Perencanaan Bidang Pemeliharaan, Erna Sukesi, berharap pengerjaan bisa segera dieksekusi tanpa kendala. “Kami harap tidak ada refocusing anggaran agar perbaikan jalan Desa Karangasem bisa segera tuntas tahun ini,” jelasnya. Refocusing anggaran sering menjadi penghambat proyek infrastruktur.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum jatuh korban lebih banyak. Mereka menginginkan akses jalan yang layak dan aman untuk dilalui setiap hari. Jalan yang baik akan mempermudah mobilitas warga dan meningkatkan perekonomian desa.
Aksi protes unik dengan menanam pohon pisang ini menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah. Keluhan warga tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena bisa memicu protes yang lebih besar. Kini, warga Desa Karangasem menunggu realisasi janji perbaikan jalan dari pemerintah. (HS)