Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Sopir Adu Mulut dengan Satpol PP gara-gara Oknum Jukir

0
tegang-ketegangan-yang-terjadi-saat-petugas-satpol-pp-kota-pasuruan-hendak-menertibkan-mobil-yang-parkir-di-tempat-terlarang-satpol-pp-kota-pasuruan-for-radar-bromo-sULiG

Panggungrejo | Suarabangilmedia.com – Ketegangan sempat mewarnai kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan pada Minggu (26/4) sore. Adu mulut tak terelakkan saat petugas Satpol PP Kota Pasuruan mencoba menertibkan sebuah mobil yang parkir tidak pada tempatnya. Ketegangan dipicu oleh rasa tidak terima sopir dan penumpang yang merasa sudah membayar retribusi parkir dalam jumlah besar.

Insiden ini bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, petugas Satpol PP tengah menyisir pelanggaran ketertiban umum di pusat kota. Mereka menemukan sebuah mobil terparkir di lokasi yang bukan peruntukannya. Petugas pun segera mendekati dan meminta sopir untuk memindahkan kendaraan.

Ketika diminta pindah ke lahan parkir wisata yang telah disediakan, sang sopir menolak keras. Ia merasa berhak parkir di lokasi tersebut. Alasannya, ia sudah menyetor uang sebesar Rp20 ribu kepada seorang oknum juru parkir (jukir) di lokasi setempat.

Kericuhan sempat memanas ketika 12 penumpang mobil tersebut turun dan ikut membela sang sopir. Mereka merasa telah menjalankan kewajiban sebagai pengunjung. Mereka juga mengaku sudah membayar biaya parkir yang tergolong mahal, yaitu Rp20 ribu.

Padahal, sesuai aturan resmi yang ditetapkan pemerintah kota, tarif parkir untuk kendaraan jenis itu sangat berbeda. Di area parkir wisata yang legal, biaya parkir hanya sebesar Rp3 ribu. Artinya, oknum jukir itu menarik biaya hampir tujuh kali lipat dari tarif resmi.

Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan, Iman Hidayat, membenarkan kejadian tersebut. “Sopir dan penumpang awalnya bersikeras bertahan, karena merasa sudah bayar mahal ke jukir setempat. Namun, petugas tetap pada aturan bahwa lokasi tersebut bukan untuk parkir kendaraan besar,” ujarnya.

Para petugas terus berusaha membujuk sopir dan penumpang dengan penjelasan yang sabar. Mereka menegaskan bahwa masalah pembayaran ke oknum jukir tidak bisa dijadikan alasan. Lokasi tersebut memang bukan area parkir untuk mobil berukuran besar.

Setelah negosiasi alot, sopir dan penumpang akhirnya bersedia memindahkan mobil mereka. Mereka menuju ke lahan parkir wisata yang telah disediahkan pemerintah kota. Adu mulut pun mereda dan situasi kembali kondusif.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pengunjung Alun-Alun Kota Pasuruan. Warga diimbau tidak mudah percaya pada oknum jukir liar yang mematok tarif tinggi. Gunakan hanya area parkir resmi dengan tarif yang sudah ditentukan pemerintah. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami